Bagian dari Prokes, Pengunjung LEM Kini Harus dengan Aplikasi PeduliLindungi

Manajer Umum (GM) LEM Salim Abdad/Global FM Lombok-Ist

Mataram (Global FM Lombok)- Sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan (Prokes) di pusat-pusat perbelanjaan, manajemen Lombok Epicentrum Mall (LEM) kini mulai memberlakukan aplikasi PeduliLindungi bagi pengunjung. Pengunjung diharuskan menscan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi di seluruh pintu masuk LEM untuk memastikan pengunjung sudah melakukan vaksinasi guna meminimalisir risiko penularan Covid-19 di pusat perbelanjaan. 

General Manager (GM) LEM Salim Abdad, Minggu (31/10) mengatakan, tanggal 1 November 2021 ini penggunaan aplikasi PeduliLindungi tersebut sudah mulai diterapkan secara bertahap.

“PeduliLindungi kita terapkan secara bertahap di Lombok Epicentrum Mall mulai tanggal 1 November ini. Namun untuk tahap awal ini masih ada toleransi-toleransi nanti. Yang penting bawa kartu vaksin dan anak-anak tetap boleh masuk dengan pendampingan. Kita akan tekankan disana,” kata Salim Abdad.

Ia mengatakan, di semua pintu LEM telah disiapkan barcode yang harus discan oleh pengunjung, baik saat masuk maupun saat keluar. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini merupakan arahan dari Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram melalui surat edaran. Selain itu, kebijakan ini lahir dari hasil komunikasi pihaknya dengan Pemkot Mataram dan Kapolres Mataram. Scan QR Code ini tidak hanya berlaku kepada pengunjung mall, namun berlaku untuk semua orang, mulai dari karyawan, suplayer, kontraktor, dan pihak-pihak lainnya yang masuk ke LEM.

Salim menuturkan, sebelum penerapan ketentuan baru ini, pihaknya juga sudah melakukan survey terkait dengan pengunjung yang datang ke LEM, seberapa besar dari mereka sudah melakukan vaksin. Hasilnya yaitu sebanyak 95 persen pengunjung mall sudah divaksin. Selanjutnya lebih dari 80 persen sudah mengetahui aplikasi PeduliLindungi.

 “Jadi mudah-mudahan dengan ini kita tidak akan ada penurunan jumlah pengunjung. Itu yang kita harapkan, justru kunjungan akan meningkat karena confident atau keyakinan orang untuk datang ke sini lebih tinggi karena aman. Semua sudah vaksin dan semua sudah bersertifikat,” katanya.

Jauh sebelum pelaksanaan kebijakan baru ini, semua karyawan manajemen LEM maupun karyawan tenant sudah mendapatkan vaksin dan menerapkan prokes dengan ketat. Misalnya harus cuci tangan sebelum masuk mall, pengukuran suhu badan dan tentunya penggunaan masker yang standar. Beberapa kali juga LEM memfasilitasi kegiatan vaksinasi massal sebagai ikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply