Pasca Insiden Tabrakan LRT, FPKS Minta Ujicoba Lebih Berhati-Hati dan Prosedur Ketat

H. Suryadi Jaya Purnama ( Foto : Istimewa)

Mataram (Global FM Lombok)- Pada Senin, 25 Oktober 2021, terjadi insiden tabrakan rangkaian kereta LRT di antara petak Stasiun Harjamukti – Stasiun Ciracas. Insiden ini terjadi pada saat menjalani pengujian beban dinamis pada bentang panjang yang terletak di jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Diberitakan pada saat pengujian tersebut bahwa satu rangkaian kereta yang akan langsir menabrak rangkaian kereta lain, sehingga menyebabkan satu korban luka ringan yaitu masinis PT INKA dan saat ini masih dirawat di RS.

Pengujian itu sendiri dilakukan sebagai bagian dari rangkaian pekerjaan yang  mencakup penyambungan lintasan, pembangunan fisik stasiun, jalur layang, lintasan rel, serta persinyalan. Dimana hingga akhir September 2021, progress pembangunan prasarana LRT Jabodebek secara keseluruhan telah mencapai 87,54%.

“Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan PM No. 13 tahun 2011  tentang Standar, Tata Cara Pengujian dan Sertifikasi Kelaikan Kereta dengan Penggerak Sendiri pasal 6 Ayat 1 bahwa Uji Pertama wajib dilakukan terhadap Kereta dengan Penggerak Sendiri baru. Dan di pasal 6 Ayat 2 dijelaskan lebih lanjut bahwa uji pertama terdiri dari uji rancang bangun dan rekayasa, uji statis, dan uji dinamis,” ujar anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS H. Suryadi Jaya Purnama (SJP) dalam rilisnya, Selasa (26/10).

Dengan terjadinya insiden tabrakan ini yang terjadi pada saat Uji Pertama, sebelum tahap operasional tersebut, FPKS kata Suryadi meminta hal ini agar menjadi perhatian serius Pemerintah dan penyelenggara LRT. FPKS meminta penyelenggara LRT melakukan ujicoba secara berhati-hati dan berdasarkan prosedur yang ketat dengan memperhatikan sistem komunikasi data serta seluruh sistem persinyalan lainnya.

“Terutama bila uji beban dinamis dilakukan tanpa sistem persinyalan, walaupun ada masinis di dalam kereta, tetap harus berhati-hati dalam melakukan ujicoba karena kereta yang berjalan tanpa terintegrasi dengan sistem persinyalan dapat menyebabkan kereta berjalan tanpa perlindungan,” ujarnya.

FPKS mendorong dilakukannya investigasi yang menyeluruh terhadap kejadian ini, dan hasilnya harus sudah dilaporkan kepada publik sebelum operasional LRT Jabodebek. “Jangan sampai kejadian kecelakaan yang terjadi pada saat tahapan ujicoba justru membuat menurunnya minat masyarakat untuk mencoba LRT sebagai alternatif moda transportasi,” tutupnya.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply