Jalan Raya di Kediri Sudah Saatnya Dibuat Dua Jalur

Pertemuan Gubernur NTB dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat Kediri (ist)

Giri Menang (Global FM Lombok)- Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat (Lobar)  dihadapkan pada arus lalu lintas yang sangat ramai dan padat. Akibatnya, jalur transportasi di kota ini kerap menimbulkan kemacetan. Tidak saja menimbulkan kemacetan, penataan Kota Kediri yang kurang apik menimbulkan kesemrawutan.

Demikian salah satu aspirasi yang mengemuka dari sejumlah Tuan Guru, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda se Kecamatan Kediri, Selasa (7/08) malam dalam acara silaturahmi Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah dengan para tokoh di kediaman Sekda Lombok Barat, Dr.H.Baehaqi.

Menanggapi aspirasi para tokoh tersebut, Gubernur meresponsnya dengan cepata.  Sebab tuntutan moda transportasi di Kota Kediri yang menghubungkan Kota Mataram, Lombok Barat ke Lombok Tengah hingga Lombok Timur harus berjalan dengan lancar. Di samping itu para santri di Kediri bisa lebih nyaman dalam melaksanakan aktivitas selama nyantri di kota ini.

‘’Insya Allah akhir Desember 2021 ini Kota Santri Kediri sudah bisa dilalui dua jalur,’’ ujar Dr. Zul yang disambut syukur dan bahagia dari puluhan Tuan Guru, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda se Kecamatan Kediri.

Menurut Gubernur, tugas pemerintah adalah melayani dan merespons cepat setiap masukan ataupun permasalahan yang dihadapi masyarakat. Termasuk usulan para Tuan Guru dan elemen masyarakat lainnya termasuk di Kecamatan Kediri ini agar jalan raya dibuat dua jalur. Hal ini seiring dengan perkembangan arus lalu lintas yang sedemikian pesat dan bertambah padat, karena Kediri berada di jalur yang sangat strategis.

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB Ridwan Syah yang hadir dalam silaturahmi itu menambahkan, usulan Tuan Guru dan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda di Kecamatan Kediri yang menginginkan agar pelayanan jaringan jalan di Kediri ini lebih maksimal adalah hal yang wajar. Ridwansyah mengatakan, Pemprov NTB akan merevisi penataan jalur di Kediri dari awalnya satu jalur menjadi dua jalur.

‘’Nah melihat kondisi saat ini dan atas usulan para Tuan Guru, Tokoh masyarakat dan Tokoh Pemuda se Kecamatan Kediri ini, akhirnya kita revisi menjadi dua jalur yang tadinya 1 kali 6 meter menjadi 2 kali 6 meter. Masyarakat Kediri juga minta tambahan trotoar. Ini penting karena posisi jalan ini memang sangat ramai dan Kediri adalah Kota Santri . Ponpesnya cukup banyak, tapi pemukiman warga berada di tengah, sehingga keselamatan para santri juga menjadi perhatian,’’ kata Ridwansyah.

Pemprov NTB, kata Ridwansyah juga berharap agar Pemkab Lobar bisa menata para pedagang ini dengan baik agar program penanganan sampahnya juga bisa tertata dengan baik. Jalan ini akan dikerjakan dalam Proyek Perda Percepatan Jalan Provinsi NTB. Diharapkan akhir tahun ini Kediri sudah memiliki jalan dua jalur. (ris/r)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply