Tangguh di Masa Pandemi, Habiburrahman Jadi Inspirasi

Habiburrahman ( Suara NTB/her)

Giri Menang (Global FM Lombok) – Di saat nyaris semua usaha sedang tertatih-tatih di masa pandemi karena lesunya permintaan konsumen, usaha pembudidayaan madu trigona justru semakin bagus. Tidak banyak orang melirik usaha madu trigona ini untuk menopang ekonomi di masa pandemi. Namun salah seorang pemuda bernama Habiburrahman (21) asal Dusun Pelolat Desa Bengkaung Kecamatan Batulayar, Lombok Barat (Lobar) patut menjadi inspirasi bagi kaum milenial.

Pemuda yang saat ini duduk di bangku kuliah semester akhir di Universitas Mataram itu mampu menjadi juara dalam ajang pemuda pelopor tingkat provinsi lantaran sukses mengembangkan usaha madu trigona tersebut. Ia pun mewakili NTB di tingkat nasional dalam pemuda pelopor. Seperti apa kisah pemuda pelopor ini? Berikut ulasannya.

Disambangi di kediamannya, Habiburrahman dan Camat Batulayar Afgan Kusumanegara beserta staf yang kebetulan sedang melakukan “Ngelamang”, kegiatan rutin turun ke masyarakat yang dilakukan setiap hari Sabtu. Habiburahman menuturkan, ia menggeluti budidaya trigona sejak tahun 2018 lalu. Saat itu madu trigona belum dilirik oleh warga sekitar. Bahkan lebah trigona ini dikesankan kurang bagus karena dianggap hama dan sering masuk ke lubang telinga

Namun demikian, Habiburrahman tidak putus asa. Berbekal biaya sendiri dan ilmu otodidak yang dia dapat dari kanal youtube, ia memulai usaha ini. Awalnya ia membuat kotak-kotak (stup) sebagai tempat lebah akan dibudidayakan. Masyarakat yang melihat ini banyak yang guyon mengiranya akan membuat kotak amal. Ada juga yang mengiranya akan membuat salon sound system. Maklum orang tua Habiburahman adalah tukang reparasi elektronik.

Guyonan warga itu tidak dihiraukannya. Ia terus membuat puluhan stup. Setelah itu ia membeli lebah trigona yang ada di kebun maupun rumah warga. Warga pun menjualnya dengan harga murah. Jumlahnya saat itu cukup banyak dan bertebaran di sana-sini. “Saya beli waktu itu dengan harga Rp15 ribu per koloni,” ujar pria kelahiran 12 Desember 1991 ini.

Lama-kelamaan, jumlah stup dan koloni lebah trigona yang ia miliki terus bertambah. Pesananan mulai berdatangan. Habiburahman tak ingin ia sendiri mendapat berkah dari trigona ini. Ia kemudian menyebarkan stup-stup miliknya ke rumah-rumah warga. Puluhan warga yang ia berikan mengelola stuf ini. Masing-masing diberikan lima buah stup.

“Saya pilih yang bisa dipercaya. Karena ini kan harganya lumayan mahal,” terangnya. Untuk pembagian hasil, misalnya didapat hasil panen sebesar Rp 150 ribu, maka Habiburahman mengambil Rp 100 ribu, dan orang yang mengelola stup ini mendapat bagian Rp 50 ribu.

Pengelolaannya sendiri terbilang mudah alias tidak ada perawatan yang rumit. Yang penting di tempat itu banyak vegetasi, pohon-pohon berbunga sebagai tempat lebah cari makan. Ia tidak sekedar melepas stup di warga, tapi juga menyemaikan bibit tanaman berbunga di rumah warga tersebut.

Tidak itu saja, ia juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang mau budidaya trigona. Saat ini jumlah stup miliknya sudah mencapai 379 buah. Dari jumlah itu, yang dia simpan di sekitar halaman rumah sebanyak 150 stup, sedangkan 229 stuf lainnya tersebar di rumah masyarakat sekitar maupun masyarakat dusun tetangga. Hasil budidaya trigona dipanen tiap 3 bulan sekali. Jumlah uang yang bisa didapat dari budidaya trigona mencapai Rp 9 juta lebih. “Ini yang saya pakai biaya kuliah. Dan nanti akan saya pakai untuk lanjutkan S2,” kata Habib.

Lebih lanjut Habib menceritakan bahwa permintaan madu Trigona makin hari makin meningkat terlebih di musim pandemi saat. Ia bahkan sering merasa kewalahan menerima pesanan dari luar daerah.”Banyak yang transfer uangnya terlebih dahulu sementara madu belum dipanen,” ucapnya.

Menyiasati hal ini, Habib kemudian mengumpulkan trigona yang ada di warga. Ia kemudian jadi pengepul trigona di Pelolat. Selisih harga yang ia beli dengan penjualan tidak seberapa besar. Yang penting madu trigona milik warga bisa tersalurkan untuk dijual. Alhasil, dari usahanya ini banyak warga sekitar yang saat ini membudidayakan lebah trigona. Hampir di semua rumah dijumpai stup-stup trigona berbentuk kotak, baik yang disusun di rak, digantung di berugak, maupun yang nempel di tembok-tembok rumah. Usaha ini sekarang menjadi usaha rumahan yang sifatnya sambilan, murah meriah dan cocok saat pandemi sekarang ini.

Saat ini, ia pun terus berupaya memperbanyak koloni. Upaya yang dilakukan selain membeli lebah trigona di berbagai tempat, cara pengembangan yang dilakukannya dengan melakukan pisah koloni. Agar lebah-lebahnya betah di sekitar tempat itu, Habib menanam sejumlah tanaman berbunga di halaman rumahnya. Misalnya, bunga pukul sembilan, cuplikan, bunga api-api dan sejumlah bunga lainnya.

“Tapi yang paling bagus itu bunga matahari. Makanya saya banyak semai bunga matahari untuk saya sebar di rumah warga tempat saya titip stup-stup ini,” jelasnya. Ia pun berharap ada dukungan dari pemerintah untuk menangani kendala yang dihadapi seperti hama. Selain itu, budaya untuk menambah koloni lebah. “Karena saya target 1.000 koloni agar mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak,”ujarnya.

Usahanya untuk mengembangkan budidaya trigona tidak saja mampu dirasakan warga sekitar, namun dirinya pun menjadi juara I Pemuda Pelopor tingkat provinsi NTB. Ia ikut ajang Pemuda Pelopor pada bulan Juni. Dia diarahkan ikut oleh Kades setempat. Lalu Dispora turun ke rumahnya untuk survei mengecek apakah benar ia membudidayakan trigona. Setelah itu ia diminta persentasi penilaian di tingkat kabupaten Lombok Barat.

Ia berhasil menjadi juara I dan mewakili Lobar di tingkat Provinsi. Lalu di provinsi, ia pun mendapatkan juara I bidang SDA dan lingkungan. Sedangkan untuk level nasional, ia tengah mempersiapkan diri dibantu oleh Dispora Lobar dan provinsi. Camat Batulayar mengapresiasi apa telah diperbuat Habib. Ia mampu menciptakan lapangan kerja untuk orang banyak, “Kami berharap ini terus dikembangkan, dan masyarakat lain bisa meniru,”harapnya.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid pun memberikan dukungan dan motivasi untuk Habiburrahman sebagai pemuda pelopor Lombok Barat mewakili NTB pada Lomba Pemuda Pelopor di tingkat nasional.

“Kami Pemerintah Lombok Barat janji untuk melakukan pembinaan kepada saudara Habiburrahman. Dan mendukung penuh pada Lomba Pemuda Pelopor tingkat nasional. Kita do’akan semoga berhasil dan menjadi motivasi bagi pemuda dan masyarakat yang lain,” ujarnya.(ris/her)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply