Biar Aman, Masyarakat Dianjurkan Potong Hewan Kurban di RPH

Hewan kurban di Mataram ( Foto Dokumen)

Mataram (Global FM Lombok) – Berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Mataram, jumlah tempat pemotongan hewan kurban di Kota Mataram biasanya yaitu sebanyak 250 titik. Selain di lingkungan masjid, masyarakat dianjurkan untuk memotong hewan kurban di rumah potong hewan (RPH).

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Mutawalli kepada Global FM Lombok Jum’at (16/7) di Mataram. Ia mengatakan, pemotongan hewan kurban di RPH hanya dikenakan biaya untuk upah jagal. Sementara untuk sewa tempat bersifat gratis. Selain itu, sudah ada petugas medis di masing – masing RPH yang akan memeriksa kondisi hewan kurban sebelum dipotong.

“Kita anjurkan bagi yang mau di RPH silahkan kita siapkan. Yang dia bayar hanya tukang potong, tapi kalau tempat kita siapkan,” kata Mutawalli.

Sementara untuk sistem pembagian daging kurban lanjut Mutawalli, masih menggunakan kupon. Akan tetapi, pada saat pembagian dipastikan tidak ada kerumunan massa. Sehingga petugas diminta untuk mengatur masyarakat yang akan mendapatkan daging kurban.

Rata-rata, sebelum penyebaran Covid1-9 jumlah hewan kurban yang dipotong setiap tahun mencapai  3.000 an ekor. Namun, pada pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 lalu, jumlah hewan kurban menurun menjadi 2.000 ekor terdiri dari 1.000 ekor kambing dan 1.000 ekor sapi.

Pada saat Hari Raya Idul Adha nanti, Dinas Pertanian Kota Mataram menerjunkan 50 petugas ke lapangan untuk memeriksa kondisi hewan kurban. Pemeriksaan tidak saja dilakukan oleh Pemkot Mataram melainkan juga tim dari Pemprov NTB serta Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).(azm/ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply