Percepat Program Vaksinasi, Dewan Berharap Ada ‘Reward’ dan ‘Punishment’

Ruslan Turmuzi/Global FM Lombok-Ist

Mataram (Global FM Lombok) – Program vaksinasi merupakan salah satu instrument yang sangat penting untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Karena itu Pemprov NTB dan pemerintah kabupaten/kota diharapkan terus meningkatkan cakupan pemberian vaksin untuk masyarakat.

Anggota DPRD NTB H.Ruslan Turmuzi mengatakan, pemerintah perlu memberlakukan konsep reward and punishment atau apresiasi dan sanksi bagi pemerintah daerah dalam program vaksinasi. Bagi pemerintah daerah yang sangat aktif melaksanakan program vaksinasi, mereka patut diberi apresasi. Sementara bagi pemerintah daerah yang kurang aktif atau cakupan vaksinasinya rendah, mereka diharapkan bisa diberi sanksi.

“Bagi daerah yang mencapai target kita berikan reward dengan cara memberikan bantuan bagi daerah bawahan. Sama dengan pemerintah pusat yang memberikan dana insentif daerah (DID) bagi daerah yang sudah mendapatkan opini WTP ( Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK – red). Begitu juga halnya rewad ini sampai ke kecamatan dand esa,” kata Ruslan Turmuzi, Jumat (2/7)

Ia mengatakan, konsep ini dinilai efektif untuk mempercepat program vaksinasi di tengah masyarakat. Sebab angka penderita Covid-19 secara nasional kian mengkhawatirkan. Jika dikaitkan dengan munculnya varian baru Covid seperti alpha, beta, delta dan varian delta plus, maka program vaksinasi semestinya menjadi sangat prioritas agar terus ditingkatkan.

Adapun perkembangan Covid-19 di NTB, berdasarkan data yang disampaikan Gugus Tugas per 1 Juli kemarin yaitu ada penambahan kasus sebanyak 75 kasus positif baru. Sehingga jumlah kasus Covid-19 di NTB sejak munculnya kasus ini pertama kali bulan Maret tahun 2020 sampai sekarang sebanyak 14.669 kasus. Sebanyak 618 dinyatakan meninggal dunia.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply