Karena Air Baku Langka, Petani Tembakau di Loteng Gunakan Es Batu, Bagaimana Caranya?

Petani tembakau di Desa Ganti sedang memotong es batu untuk keperluan mengairi tanam tembakau yang baru ditanam

Praya (Global FM Lombok)- Musim tanam tembakau di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) kini sudah tiba. Di saat bersamaan, para petani tembakau di daerah ini harus berhadapan dengan persoalan kelangkaan air baku untuk memulai proses tanam tembakau. Sementara sedikit saja terlambat memulai proses tanam, ancaman kegagalan mengintai para petani tembakau.

judul gambar

Tidak mau menyerah dengan keadaan, para tembakau di Desa Ganti Kecamatan Praya Timur, berinisiatif mencoba cara baru untuk mensiasati ketiadaan air baku. Dengan memanfaatkan es batu untuk mengairi tanaman tembakau yang baru ditanam.

“Untuk memulai menanam tembakau memang tidak butuh banyak air. Yang penting tanah tempat menaman bibit tembakau lembab tidak perlu sampai harus basah, itu sudah cukup,” ungkap Samsul Hadi, petani tembakau Dusun Sepakat Desa Ganti.

Kenapa kemudian es batu yang digunakan, karena untuk mencair es batu butuh proses. Selama proses mencair itu, tanaman di sekitar es batu akan tetap terjaga kelembababnya dalam beberapa waktu. Beda kalau menggunakan air, begitu disiram maka tanah akan cepat untuk mengering.

 “Untuk menjaga tanah tetap lembab, petani menutupi bibit tembakau yang baru ditanam dengan jerami. Itu juga untuk menjaga supaya sinar matahari tidak langsung mengenai tanah, sehingga tanah tidak cepat mengering,” terangnya.

Samsul Hadi mengatakan, saat ini ia bersama beberapa petani tembakau lainnya masih melakukan perhitungan apakah penggunaan es batu untuk mengairi tanaman tembakau layak dari sisi ekonomi atau tidak. Karena kalau berhitung, untuk satu hektar lahan tanam itu bisa antara 15 ribu sampai 17 ribu batang bibir tembakau yang harus diairi. Sehingga harus dihitung berapa balok kebutuhan es batu nantinya.

“Sembari menanam, sembari kita hitung kebutuhan es batu untuk satu hektar tanam. Jadi untuk satu balok es batu itu bisa untuk berapa batang bibit tembakau, itu yang sedang kita hitung,” terangnya. Dari situ nanti bisa terlihat kebutuhan biaya yang harus dikeluarkan oleh petani tembakau.

Diakuinya dengan kondisi seperti sekarang ini, petani tembakau tidak punya banyak pilihan untuk menjawab persoalan kelangkaan air. Dan, penggunaan es batu ini dinilai yang lebih memungkinkan untuk sementara waktu ini. Sehingga itu yang dipakai oleh petani tembakau. “Kalau menunggu solusi dari pemerintah, kapan petani tembakau mau mulai menanam tembakau. Jadi dengan segala cara petani akan berupaya supaya tetap bisa eksis menanam tembakau,” tandas Samsul Hadi. (kir)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply