Efek Penutupan Objek Wisata, Penyebaran Kasus Covid-19 Diklaim Melandai

Penyekatan lalu lintas menuju daerah wisata selama libur lebaran kemarin diklaim efektif membuat kasus Covid-19 melandai/Global FM Lombok-Dok

Praya (Global FM Lombok)- Kapolda NTB, Irjen Pol. M. Iqbal mengapresiasi langkah sejumlah pemerintah daerah yang menutup seluruh objek wisatanya selama masa libur perayaan Idul Fitri hingga lebaran topat. Upaya tersebut diakui cukup membantu dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 di daerah ini, khususnya di Pulau Lombok yang diklaim melandai.

Kapolda NTB mengatakan, pihaknya mendukung upaya pemerintah daerah tersebut. Karena cukup berdampak dalam upaya meminimalisir adanya keramaian ataupun kerumunan di objek-objek wisata selama masa liburan kemarin. Sehingga mampu menekan penyebaran Covid-19.

“Dari hasil evaluasi awal yang dilakukan, ada korelasi antara penutupan objek wisata dengan kasus Covid-19 yang melandai didaerah ini,” terang Kapolda usai meresmikan stand Fotoboat Kampung Sehat Jilid II di area terminal Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) Selasa (25/5). Sehingga tidak menutup kemungkinan pada momen-momen libur panjang lainnya, kebijakan serupa juga akan didorong untuk diterapkan kembali.

Memang kebijakan tersebut memicu pro kontra. Karena ada beberapa pihak yang tentu sangat dirugikan dengan kebijakan tersebut. Tapi mau tidak mau itu harus dilakukan, demi kebaikan bersama. “Selama itu demi kebaikan bersama, kita dukung kebijakan tersebut,” tegas jenderal bintang dua ini.

Sementara itu, pada libur perayaan hari raya Waisak, Rabu (26/5) kemarin, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) kembali menuntup sementara obyek wisata yang ada di daerah ini. Guna memastikan kebijakan tersebut dilaksanakan dengan maksimal, Kapolres Loteng bersama Dandim 1620/Loteng, turun langsung melakukan pengecekan.

“Kita tidak kendor dalam penegakan protokol kesehatan. Terutama pada tempat-tempat wisata yang biasanya terjadi kerumunan massa,” jelas Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho SIK. Sebagai bentuk antisipasi, pihaknya secara intens melakukan patroli dan pengawasan guna mencegah terjadinya pelanggaran protokol kesehatan serta mengantisipasi terjadinya kasus 3C (curas,curat dan curanmor) di tempat wisata di Loteng.

Selain itu, khusus untuk liburan hari raya Waisak 2021 ini, pihaknya juga melakukan swab antigen secara acak di sejumlah obyek wisata. Termasuk di pintu-pintu masuk objek wisata di Loteng. “Ini juga sebagai implementasi dari program Kampung Sehat jilid 2 di NTB. Sebagai upaya aparat keamanan untuk membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan wabah Covid-19,” pungkas Esty. (kir/ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply