Dampak Penyekatan, Tempat Wisata di Lobar Sepi

Giri Menang (Global FM lombok)- PENYEKATAN yang dilakukan oleh kepolisian bersama Pemda Lombok Barat (Lobar) berhasil menghalau pengunjung ke lokasi wisata. Hingga puncak perayaan Topat yang diperkirakan terjadi Minggu (23/5), hampir semua lokasi wisata di wilayah Lobar relatif sepi. Penyekatan tidak saja difokuskan menuju lokasi wisata pantai, namun destinasiLwisata lain juga tidak luput dari penyekatan. Bahkan daerah yang menjadi penghubung antar kecamatan dan kabupaten juga diperketat.

Seperti di tempat wisata yang ada di Kecamatan Kuripan. Pemantauan juga dilakukan pada akses tempat masuk untuk mengantisipasi masuknya pengunjung, yang tidak bisa memasuki wisata pantai. Kapolsek Kuripan, Iptu Agus Supriadi menuturkan usai lebaran topat, penjagaan tetap dilakukan di tempat wisata yang ada di Kuripan.

“Salah satunya lokasi wisata Batu Gendang Bukit Ledu Giri Sasak, tetap dilakukan penutupan, dan dilakukan penjagaan oleh personel gabungan pada akses masuk,” ungkapnya.

Penjagaan dilakukan oleh personel gabungan TNI-Polri dan Tim PPKM bersama Tim Kampung Sehat II Desa Giri Sasak.“Dari hasil pemantaun sampai saat ini masih terkendali, di tempat wisata di seluruh wilayah Kuripan masih terpantau sepi,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat sepertinya telah mengetahui akan penutupan tempat wisata sementara waktu, untuk mencegah terjadinya kerumunan. Hal serupa dilakukan di Kecamatan Kediri. Salah satu persimpangan penghubung di beberapa kecamatan, bahkan berbatasan langsung dengan Kabupaten Lombok Tengah dijaga ketat.

Kapolsek Kediri, AKP Arjuna Wijaya, SIK., menjelaskan, dengan situasi ini, tentunya mobilitas masyarakat di wilayahnya cukup tinggi hingga Minggu (23/5). “Sehingga ini harus diantisipasi, melakukan penyekatan dan pembatasan pengunjung terhadap masyarakat yang hendak berwisata dari daerah Lombok Tengah, Lombok Barat dan Mataram,” ungkapnya.

Pembatasan dengan menyasar protokol kesehatan dan disiplin dalam berlalu lintas, meliputi penggunaan masker, tanpa helm dan mobil bak terbuka yang digunakan mengangkut orang.“Jadi, penyekatan di Kediri ini juga tujuannya adalah memastikan aktivitas masyarakat di pusat perekonomian di Kediri dipastikan juga harus mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Warga yang ingin menikmati objek wisata usai Lebaran Topat tidak bisa berbuat apa-apa. Ica, warga Labuapi Lobar mengaku, dirinya sangat ingin berwisata di akhir pekan. Semula dirinya tidak percaya, jika pemerintah dan aparat keamanan melakukan penyekatan hingga hari Minggu kemarin untuk berwisata, tapi ketika membaca media sosial, barulah dia percaya.

‘’Sebenarnya, pada hari Sabtu dan Minggu saya berencana pergi liburan melihat pantai atau pemandangan sawah. Tapi karena masih ditutup, kita tidak bisa berbuat apa-apa,’’ ujarnya, seraya mengharapkan pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Diakuinya, banyak tetangganya yang sebelumnya tidak percaya adanya Covid-19, sekarang merasakan dampaknya. Banyak di antara mereka yang kemungkinan terkena Covid-19, karena tidak bisa mencium bau dan merasakan makanan. Untuk itu, dia mengharapkan pemerintah maupun Tim Satgas di Lobar kembali melakukan sosialisasi ke desa dan lingkungan agar warga tetap menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dalam jumlah besar serta mencuci tangan.

‘’Ini yang harus gencar dilakukan, karena kesadaran masyarakat terkait Covid-19 ini semakin berkurang,’’ harapnya.  (her)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply