Jangan Abai, DBD Masih Mengintai, Penderita di Lobar Melonjak 128 Orang

Foto Kepala UPT BLUD Puskesmas Kediri melihat langsung penderita DBD yang sedang dirawat di puskesmas Kediri (Global FM Lombok/her)

Giri Menang (Global FM Lombok)- Tidak hanya Kasus Covid-19 yang melonjak di Lombok Barat, kasus demam berdarah dengue (DBD) juga meningkat. Selama lima bulan ini saja, terdapat 128 penderita DBD di Lobar. Dimana terdapat tiga orang yang terjangkit DBD meninggal dunia. Berbagai upaya yang dilakukan Pemda untuk memberantas DBD ini.

Kepala UPT BLUD Puskesmas Kediri H.Sahruji SE.,SKM.,MM., mengatakan selama beberapa bulan terakhir, pihaknya menemukan empat kasus DBD, dimana satu kasus awal tahun dan tiga kasus ditemukan baru-baru ini. Jumlah kasus ini termasuk terendah di Lobar.

“Empat kasus DBD di Kediri, ini ada tiga kasus baru muncul”katanya, Rabu (19/5). Dibanding tahun lalu, angka kasus tahun ini menurun. Sedikitnya kasus DBD di Kediri karena kondisi permukiman tidak terlalu padat, dan tingkat kesadaran masyakarat yang cukup tinggi. Meski demikian, ditemukannya Kasus DBD ini menjadi atensinya.

Pihaknya menerjunkan tim ke lokasi penemuan kasus untuk melakukan PE (Penelitian Epidemiologi). Hal ini dilakukan untuk mengetahui, apakah warga terjangkit di rumahnya ataukah di tempat lainnya. Dari situ diketahui juga tingkat bebas jentiknya.

“Kami lakukan fogging, tapi nyamuk ini kebal terhadap cairan fogging itu sehingga PSN yang lebih diutamakan dan efektif,”ujarnya. Sejauh ini sudah dilakukan fogging di beberapa titik yang terindentifikasi DBD. Menurutnya, adanya sampah di selokan di kawasan Kediri tidak terlalu berpengaruh terhadap kasus DBD karena habitat nyamuk DBD cenderung di sisa pecahan botol, gelas atau permukaan benda lain yang memiliki genangan air.

Sementara itu, Kepala Bidang P3KL Dikes Lobar H Ahmad Taufiq Fathoni menyebut kasus DBD memang meningkat di Lobar. Sampai saat ini, terdapat 128 kasus DBD. Tersebar di semua kecamatan. Dimana daerah yang tertinggi Kasus DBD adalah Kuripan sebanyak 25 kasus, Gerung 24 kasus, kemudian menyusul Meninting 11 kasus, Dasan Tapen 10 kasus, Sekotong 10 kasus, lembar 10 kasus, Kediri 4 kasus, Banyumulek 7 kasus, Labuapi 2 Kasus, Perampuan 7 kasus, Narmada 7 kasus, Lingsar empat Kasus, Penimbung 1 kasus, Gunungsari 2 kasus dan Sesela 4 kasus. “Terjadi peningkatan DBD, dimana jumlah meninggal sebanyak tiga orang,”sebutnya(her)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply