judul gambar

Gugur di Papua, Pemakaman Praka Dedi Hamdani Penuh Haru

Praka (Anumerta) Dedi Hamdani, Prajurit TNI asal Desa Plambik Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah dimakamkan di tanah kelahirannya, Minggu (24/1) kemarin

Praya (Global FM Lombok)- Praka (Anumerta) Dedi Hamdani, Prajurit TNI asal Desa Plambik Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng) dimakamkan di tanah kelahirannya, Minggu (24/1) kemarin. Praka Dedi merupakan satu dari dua prajurit TNI yang gugur dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Sparatis Bersenjata (KKSB) di Intan Jaya Papua, Jumat (22/1) lalu. Kepergian Dedi kian menambah panjang daftar prajurit TNI yang gugur di tanah Papua.

judul gambar

Pemakaman Praka (Anumerta) Dedi Hamdani sendiri berlangsung di Pemakaman Umum Desa Plambik, secara militer dipimpin langsung Dandim 1620/Loteng, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan. Semula Praka Dedi hendak dimakamkan di Makam Pahlawan Loteng, namun ditolak oleh keluarga. Karena ingin memakamkan almarhum dengan anggota keluarga yang lain di pemakaman umum.

 “Memang ada tawaran untuk memakamkan almarhum di Makam Pahlawan, tapi pihak keluarga memilih dipemakaman umum keluarga saja. Supaya lebih dekat dengan keluarga,” sebut Rustam, anggota keluarga Praka Dedi.

Proses pemakaman secara militer sendiri berlangsung haru. Ratusan warga Desa Plambik turut mengiringi pemakaman prajurit muda TNI tersebut. “Almarhum Pratu Dedi meninggal dengan terhormat. Almarhum tercatat sebagai pahlawan karena telah rela mengorbankan jiwa dan raga demi keutuhan NKRI,” sebut Dandim 1620/Loteng, Letkol. Inf. I Putu Tangkas Wiratawan

Tangkas mengatakan, sebagai tanda jasa Praka Dedi mendapat gelar secara anumerta. Dari Prajurit Satu (Pratu) menjadi Prajurit Kepala (Praka). Keputusan tersebut sudah dituangkan dalam keputusan Panglima TNI.  

Praka (Anumerta) Dedi Hamdani merupakan anggota Satgas Batalyon Raider 400/Banteng Raider Kodam IV/Diponegoro yang mulai bertugas di Intan Jaya, sekitar lima bulan yang lalu. Sebelum bertugas di tanah Papua, pria kelahiran 30 September 1995 itu baru menyelesaikan tugas di perbatasan Timor Leste.

Gugurnya Dedi berawal dari penyerangan oleh anggota KKSB terhadap pos penjagaan TNI di Kampung Titigi Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya, pada Jumat (22/1) subuh. Saat itu sejumlah anggota KKSB menembaki pos penjagaan TNI tersebut dan mengenai Praka (Anumerta) Roy Vebriyanto, prajurit TNI asal Bandung, Jawa Barat. Praka Roy terkena tembakan dibagian dada.

Atas penyerangan tersebut, tim Praka Dedi lantas melakukan pengejaran terhadap anggota KKSB. Sekitar pukuk 11.30 WIT tim Praka Dedi kemudian terlibat baku tembak dengan anggota KKSB. Dalam baku tempat itulah Praka Dedi terkena tembakan di beberapa bagian tubuh.

Praka Dedi kemudian mendapat perawatan dan sempat dibawa ke RSUD Timika sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Kabar duka tersebut pun langsung disampaikan ke pihak keluarga Praka Dedi oleh Komandan Batalion Rider 400/Banteng Rider Kodam IV/Diponegoro, melalui sambungan telpon.

Muhdin, ayah Praka Dedi yang pertama kali menerima kabar duta tersebut awalnya tidak percaya. Namun pada akhirnya Muhdin bisa merelakan kepergian anaknya tersebut. “Saya sudah merelakan anak saya pergi. Walaupun saya tidak menyangka akan berakhir seperti ini,” ungkap Muhdin.

Pria 50 tahun tersebut mengaku tidak bisa berkata apa-apa. Hanya bisa menerima dengan sabar atas musibah yang menimpa anak busungnya tersebut. Muhdin pun hanya bisa berdoa semoga anak kesayangannya tersebut diterima di sisi Allah SWT. (kir)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply