Komisi V DPRD NTB Minta Kuatkan Prokes Covid-19 Saat Belajar Tatap Muka

Dr TGH Hazmi Hamzar (global fm lombok/dok)

Mataram (Global FM Lombok) – Kalangan komisi V Bidang Pendidikan DPRD NTB mendukung kebijakan belajar tatap muka untuk sekolah-sekolah tingkat SMA, SMK atau SLB di masa pandemi ini. Namun dengan catatan, proses belajar tatap muka tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat.

Anggota Komisi V DPRD NTB Dr. TGH Hazmi Hamzar mengatakan, selama pandemi ini para siswa cukup jenuh saat menerima pelajaran daring dari rumah. Di satu sisi, sistem ini memberatkan orang tua karena mereka diharuskan melakukan bimbingan belajar secara aktif, padahal di sisi lain orang tua juga bekerja mencari nafkah. Sehingga opsi yang ideal yaitu dilakukannya belajar tatap muka dengan protokol Covid yang ketat.

“Silahkan disesuaikan, jangan sampai pembelajaran tidak ada. Pertama anak jenuh jika di rumah saja, kemudian menyiksa juga untuk orang tua yang tidak sekolah. Bagaimana minta diajarkan jika misalnya ada orang tua yang tak sekolah. Kasian juga, orang tua menjadi beban baru dia. Kalaupun ibu bapaknya, mereka kan kerja,” kata Hazmi Hamzar, Kamis (21/01)

Saat ini, proses belajar mengajar di sekolah terutama di lingkungan SMA, SMK dan SLB yang menjadi tanggung jawab Pemprov NTB dilakukan dengan dua pola yaitu online dan tatap muka. Proses pembelajaran tatap muka dengan mematuhi sejumlah ketentuan sesuai protokol Covid. Misalnya proses masuk kelas dengan sistem shif karena jumlah siswa di kelas harus dibatasi. Bagi sekolah yang berada di zona merah atau orange, proses belajar tatap muka dilakukan dengan pola simulasi atau disesuaikan atas hasil koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 di daerah.(ris)     

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply