Banyak PJU Mati, Jalur Bandara di Lobar Gelap Gulita

Ruas jalur menuju Bandara Lombok di wilayah Lobar PJU-nya banyak yang mati (heru/Suara NTB)

Giri Menang (Global FM Lombok)- JALUR bandara memasuki wilayah Lombok Barat (Lobar) gelap gulita lantaran banyak lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalur ini mati. Kondisi ini memicu rawan terjadinya aksi kejahatan. Seperti baru-baru ini, terjadi aksi begal di jalur tersebut yang menimpa dua orang pelajar.

Pantauan media ini, dari bundaran GMS kondisi jalan masih terang karena lampu PJU hidup. Namun beberapa ratus meter setelah bundaran menuju perbatasan Gerung dengan Kediri, lampu PJU banyak yang mati. Terutama PJU di lajur kiri dan kanan. Kondisi tak jauh berbeda, saat memasuki jalur Kediri dan Labuapi hingga perbatasan dengan Mataram. Sehingga kondisi jalan inipun gelap.

Menanggapi kondisi jalur II bandara Lombok yang gelap akibat banyak lampu PJU yang mati, Kepala Bidang Tata Kota dan Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Permukiman Lobar, Nyoman Sugiarta tak menampik kondisi lampu PJU yang tak berfungsi. Setelah dicek, PJU itu mati karena konsleting dan adanya kerusakan pada bagian tertentu. Hanya saja untuk perbaikan PJU ini belum bisa dilakukan karena anggaran belum keluar akibat DPA belum diketok. “Sudah kami cek, PJU mati karena konslet, tapi untuk perbaikan menunggu anggaran. Mungkin minggu depan kita tangani setelah keluar anggaran,”jelas dia.

Pihaknya mencatat puluhan lampu PJU tak berfungsi. Lampu ini sudah diperbaiki, namun ia mensinyalir ada oknum yang sengaja memotong kabel lampu. Karena dari temuannya, ada kabel yang dipotong menggunakan parang. Akibat kondisi ini jalur itu rawan aksi kejahatan, karena disamping gelap juga beberapa titik sepi akibat tidak adanya rumah warga. “Jalur ini memang rawan, terutama yang sepi. Jauh dari pemukiman warga,”imbuhnya.

Sebelumnya pada tanggal 12 Januari 2020 pukul 19.00 Wita, terjadi aksi pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalur Bandara II, Desa Dasan Baru Kecamatan Kediri. Korbannya dua orang anak di bawah umur, berusia 16 tahun dan masih berstatus pelajar. Kedua korban menjadi sasaran kejahatan, ketika duduk di jembatan pinggir jalur Bandara II.

Dua pelaku menggunakan senjata tajam menodongkan parang ke leher korban sambil memegang motor korban yang saat itu kuncinya berada di kontak motor. Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka dan motor berserta barang miliknya dibawa kabur pelaku. Informasi yang diterima media ini, bahwa jalur ini memang kerap terjadi aksi kejahatan dengan sasaran rata-rata anak dibawah umur.(her)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply