Produksi Sampah Meningkat, Sejumlah TPS di Kota Mataram Penuh

TPS di Karang Baru Mataram yang penuh dengan tumpukan sampah (azm/globalfmlombok)

Mataram (Global FM Lombok) – Produksi sampah pada saat libur natal dan tahun baru disebut terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini berdampak pada kapasitas penampungan di sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang membludak. Sehingga, sampah – sampah yang ada meluber ke pinggir jalan.

Asissten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Mataram, H. Mahmuddin Tura kepada Global FM Lombok Kamis (7/1) di Mataram mengatakan, dalam kondisi normal, produksi sampah di Kota Mataram yaitu mencapai 300 – 400 ton per hari. Namun pada akhir tahun 2020 kemarin, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Misalnya, di Kecamatan Ampenan produksi sampah dalam kondisi normal yaitu sebanyak enam kontainer namun meningkat menjadi 11 hingga 12 kontainer.

“Saya sendiri bersama Kadis LH sudah turun lapangan sesudah tahun baru tanggal 3 Januari, jadi ada produksi sampah yang normalnya dan terjadi peningkatan. Peningkatan produksi sampah pada natal dan tahun baru. Ada beberapa TPS juga ditutup oleh warga. Kewalahan Dinas LH melakukan pengangkutan. Yang paling kelihatan sekali itu TPS Ampenan, Karang Baru dan Lawata,”katanya

Meningkatnya produksi sampah khususnya di Kecamatan Ampenan ini kata Mahmuddin, karena ada dua pasar tradisional yaitu Kebon Roek dan Pasar ACC yang memiliki produksi cukup banyak. Dengan kondisi saat ini, petugas merasa kewalahan untuk mengangkut volume sampah awal tahun ini. 

“Khusus untuk kawasan Ampenan yang paling luas. Disana ada dua pasar Ampenan dan ACC yang membuang sampah kesana,”katanya

Ditargetkan, normalnya kembali penanganan sampah di Kota Mataram yaitu sekitar sebulan kedepan. Meksipun saat ini, pengangkutan masih tetap dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali dalam sehari. Selain itu, menumpuknya sampah di beberapa TPS yang ada seperti di Karang Baru dan Ampenan disebabkan karena sebanyak dua TPS lainnya sudah ditutup.

“Penumpukan itu bukan karena jarang ada pengangkutan. Memang produksi sampah ada peningkatan. Jadi ya paling tidak satu bulan ini akan normal kembali. Kita juga ada namanya gotong royong. Jadi  setelah mobil-mobil yang lain mengangkut wilayah masing – masing, kita turunkan sekitar 20 truk di Ampenan sampah bersih,”katanya

Menurutnya, penutupan dua TPS tersebut berdasarkan keputusan dari masyarakat setempat. Dengan alasan bau menyengat yang mengganggu aktifitas sehari – hari. Salah satu TPS yang sudah ditutup yaitu di Karang Medain.(azm)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply