Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Belajar Tatap Muka Masih Belum Jelas

Mataram (Global FM Lombok) – Simulasi belajar tatap muka yang direncanakan akan dimulai pada awal pekan ini kembali ditunda. Kebijakan ini sebagai upaya antisipasi pemerintah daerah Kota Mataram dalam menekan kasus Covid-19. Pasalnya, jumlah kasus Covid-19 di Kota Mataram terjadi trend peningkatan.


Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H. Lalu Fatwir Uzali kepada media Senin (4/1) di Mataram. Ia mengatakan, penundaan belajar tatap muka ini berdasarkan keputusan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kota Mataram. Namun demikian, sekitar 95 persen sekolah di Kota Mataram sudah siap menerapkan protokol kesehatan selama kegiatan belajar mengajar. berlangsung.

“Kita sudah berkonsultasi tetapi hasilnya masih pak walikota dan Forkopinda juga belum mengizinkan karena perkembangan kasus Covid-19 di Kota Mataram yang masih signifikan. penundaan simulasi PBM tatap muka kita lakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan atau tergantung dari perkembangan COVID-19 di daerah ini,” katanya.

Berdasarkan jadwal yang ada, Dinas Pendidikan Kota Mataram akan menggelar simulasi belajar tatap muka, pada 4 Januari 2021. Selanjutnya, pada 5 Januari 2021 secara serentak kegiatan belajar tatap muka akan mulai digelar dari tingkat TK – SMP.

Sementara itu, Satgas Covid-19 Kota Mataram belum mengetahui secara pasti kapan belajar tatap muka bisa digelar karena kasus Covid-19 masih tinggi. Namun yang pasti, jika kasus Covid-19 sudah mulai terjadi penurunan yang signifikan, maka kegiatan belajar tatap muka bisa digelar.

“Karena itu, seluruh jajaran Disdik termasuk Kemenag Kota Mataram diminta untuk menunggu izin pembukaan PBM tatap muka dari gugus COVID-19, sampai ada perkembangan lebih baik,” kata Fatwir.

Dengan adanya kebijakan tersebut, pada semester genap 2021 ini guru diminta untuk mempersiapkan kegiatan belajar dengan sistem luar jaringan atau luring.

Berdasarkan imbauan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pemda diminta untuk meninjau ulang rencana kegiatan belajar mengajar. Khususnya yang berada pada zona merah. Kebijakan ini sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona.(azm)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply