Adu Gengsi di TPS 7 Dasan Agung, Baehaqi Ungguli Perolehan Suara Ahda

Proses penghitungan suara di TPS 7 Lingkungan Perigi, Kelurahan Dasan Agung. Calon Walikota Mataram Nomor 4 H. Baehaqi mengungguli perolehan suara Calon Wakil Walikota Mataram nomor urut 3 H.Badruttamam Ahda (ist)

Mataram (Global FM Lombok) – Calon Walikota Mataram Nomor urut 4 H. Baehaqi sama-sama menggunakan hak pilihnya di TPS 7 Lingkungan Perigi,Kelurahan Dasan Agung bersama dengan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 3 H.Badruttamam Ahda. Namun Baehaqi menunjukan keberhasilan memikat hati para pemilih di Lingkungan Perigi. Pasalnya, Baehaqi berhasil mengungguli perolehan suara Calon Wakil Walikota Mataram H.Badruttamam Ahda.

Dari hasil rekapitulasi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram, nomor urut 4 H.Baehaqi – Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi atau paket BARU memperoleh 208 suara sah. Sedangkan, paslon nomor urut 1 H.Mohan Roliskana – TGH. Mujiburrahman atau paket HARUM dan paslon nomor urut 3 H.Lalu Makmur Said – H.Badruttamam Ahda atau paket MUDA sama – sama memperoleh 98 suara. Sementara, Hj. Putu Selly Andayani – TGH. Abdul Manan atau paket SALAM memperoleh 10 suara. Jumlah suara tidak sah 7. Sedangkan, suara sah 411 dari daftar pemilih tetap 425.

Baehaqi diketahui lahir dan menghabiskan masa kecil di Lingkungan Perigi. Pertaruhan adu gengsi dengan Ahda dibuktikan dengan mendulang suara terbanyak.

Baehaqi dikonfirmasi, Rabu (9/12) menegaskan, meski satu TPS dengan calon Wakil Walikota Mataram,H.Badruttamam Ahda, itu bukan menjadi pertarungan adu gengsi. Dia kembali memilih di kampung kelahirannya hanya ingin dekat dengam masyarakat dan bertemu dengan keluarga besarnya di Lingkungan Perigi.

“Tidak ada maksud lain hanya tempat pencoblosan saja. Disini kan tempat saya lahir dan main sewaktu masih kecil,” kata Baehaqi.

Dalam kontestasi ini, Baehaqi mengaku  kalah atau menang tidak jadi masalah. Sejatinya, dia merasa telah menang karena menjalani proses tahapan Pilkada Kota Mataram sampai saat ini.

Calon Wakil Walikota Mataram nomor urut 3, H.Badruttamam Ahda mengatakan, pertarungan perebutan gengsi kemenangan dinilai hal yang lumrah. Dia dan Baehaqi kebetulan satu tempat pemungutan suara. Untuk hasilnya diserahkan sepenuhnya ke masyarakat untuk memilih pemimpin yang terbaik. “Saya kira ini lumrah,” ucapnya.

Baehaqi dan Ahda sama – sama akan menyerahkan proses rekapitulasi secara rill ke KPU selaku penyelenggara pemilu. Adapun hasil hitung cepat lembaga survei tetap dihargai secara ilmiah.(cem)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply