Kesampingkan E-Rekap, KPU Loteng Tetap Hitung Manual

Simulasi pemungutan dan perhitungan suara di Pilkada Loteng (ist)

Praya (Global FM Lombok)- KPU Lombok Tengah (Loteng) dipastikan tetap akan memberlakukan perhitungan secara manual pada Pilkada Loteng tahun 2020, sebagai dasar penentuan hasil pilkada. Adapun perhitungan secara online atau E-rekap tetap akan dilakukan. Tetap hanya dijadikan data pembanding saja. Bukan jadi dasar penentu hasil pilkada.

Demikian diungkapkan Komisioner KPU Loteng, Zaeroni, S.H., Sabtu (28/11) lalu. Semula memang ada rencana menerapkan E-rekap pada gelaran pilkada serentak tahun ini untuk mempercepat proses perhitungan perolehan suara. Tapi karena beberapa pertimbangan, akhirnya kebijakan tersebut urung diterapkan tahun ini.

“E-rekap tetap akan dilakukan. Tetapi bukan sebagai dasar perhitungan perolehan suara. Hanya sebagai data pembanding saja,” sebutnya. Hasil perolehan suara yang sah nantinya tetap mengacu pada hasil perhitungan secara manual seperti pada gelaran pilkada sebelum-sebelumnya.

Dimana proses perhitungan perolehan suara dilakukan secara manual dan berjenjang. Mulai dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS), PPK di kecamatan hingga di KPU kabupaten. Jadi hasil perolehan suara yang dinyatakan sah sebagai perolehan suara ialah yang dihitung secara manual.

Adapun hasil perolehan suara melalui E-rekap tetap akan ada. “Tetapi itu tadi, bukan penentu hasil pilkada. Hanya sebagai data pembanding dan sumber informasi awal saja. Paling tidak melalui e-rekap tersebut masyarakat sudah punya gambaran siapa pemenang pilkada. Walaupun hasil resminya tetap harus menunggu perolehan suara yang dihitung secara manual,” tegasnya.

Pantau Simulasi

Sementara itu, pada Minggu (29/11) kemarin, Dandim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan, turun langsung memantau simulasi pemungutan suara yang dilaksananakan PPK Jonggat dihalaman kantor Camat Jonggat. Diikuti selurus PPS se-Kecamatan Jonggat. Simulasi sendiri digelar untuk mensosialisasikan penerapan protokol Covid-19 pada pemungutan suara nantinya. Sekaligus untuk menguji apakah protokol kesehatan sudah bisa dijalankan dengan baik.

“Penerapan protokol Covid-19 harus benar-benar dimasifkan. Supaya bisa lebih paham dan lebih taat pada protokol teersebut. Mengingat, Pilkada kali ini digelar ditengah pandemi Covid-19,” ujar Wiratawan.

Sebagai bentuk dukungan TNI dalam mensukseskan gelaran Pilkada Loteng sesuai protokol Covid-19, jajaran akan terus mensosialisasikan penerapan protokol Covid-19 ditengah masyarakat. Melalui tokoh masyarakat, agama pemuda maupun unsur lainnya. Jangan sampai pilkada kali ini justru menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. (kir)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply