Kasus Covid-19 di Kota Mataram Bertambah, Prokes Jangan Sampai Kendor

I Nyoman Suwandiasa (Global FM Lombok/dok)

Mataram (Global FM Lombok) – Penyebaran virus Corona atau Covid-19 masih terjadi di Kota Mataram. Data per 19 November kemarin terjadi tambahan sebanyak 10 kasus. Tambahan ini diklaim karena banyaknya kegiatan yang mengumpulkan massa.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa kepada Global FM Lombok Jum’at (20/11/2020) di Mataram. Ia mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mataram masih memaksimalkan penerapan protokol kesehatan (Prokes) di tengah masyarakat. Namun karena aktifitas masyarakat beberapa pekan terakhir cukup tinggi, hal tersebut berdampak pada bertambahnya kasus Covid-19 di Kota Mataram.

“Sebetulnya kita sudah antisipasi, karena kita lihat kemarin memang sempat libur panjang, kemudian ada beberapa agenda kegiatan publik yang banyak mengumpulkan massa. Sehingga Satgas pun sebetulnya tidak terlena dengan situasi ini. Kita tetap melakukan penegakan Perda nomor tujuh dan patroli. Sebetulnya kita sudah antisipasi,”katanya.

Ditambahkan Nyoman, masa kampanye pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram juga memiliki potensi penyebaran virus. Namun tidak itu saja, beberapa kegiatan yang mengumpulkan massa kerap terjadi beberapa hari terakhir. Sehingga Satgas tetap menekankan agar penerapan protokol kesehatan harus dilakukan dengan maksimal.

“Saya pikir ada kontribusinya lah (masa kampanye red), libur panjang, saya tidak mengistilahkan akibat kampanye, tapi juga kemarin kan ada demo UU cipta kerja. Karena ada kegiatan publik yang cukup banyak. Dan memang kalau kita melihat referensi yang ada, lonjakan kasus itu kan terlihat setelah dua minggu kegiatan,”katanya

Sebelumnya, beberapa pekan terakhir tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan terjadi di daerah ini. Bahkan Tim Satgas merilis tidak ada tambahan kasus baru dan tingkat kesembuhan  yang cukup tinggi mencapai 24 pasien.

Namun dengan adanya lonjakan kasus ini, antisipasi tetap dilakukan dan razia penegakan Perda masih tetap ditingkatkan. Karena jika dilonggarkan, dikhawatirkan angka kasus Covid-19 akan semakin meningkat.

“Malah kita kalau tidak mengetatkan protokol kesehatan akan banyak kasus – kasus yang muncul. Karena dulu – dulu juga seperti ini juga,”katanya

Untuk diketahui, total kasus Covid-19 di Kota Mataram yaitu sebanyak 1.299 kasus. Dari jumlah ini sebanyak 18 pasien masih dalam masa perawatan. Sedangkan yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.190 orang dan meninggal sebanyak 91 pasien.(azm)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply