Dewan Minta Siapkan SDM Sebagai Mesin Utama Food Estate di Labangka

Abdul Rauf (global fm lombok/ris)

Mataram (Global FM Lombok)- DPRD Provinsi NTB menyambut baik program food estate atau lumbung pangan yang terintegrasi dan mandiri di kawasan Labangka, Kabupaten Sumbawa. Program ini jika dilaksanakan dengan baik tentu akan memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi masyarakat setempat dan bagi Provinsi NTB pada umumnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB Abdul Rauf, ST, MM mengatakan, selain infrastruktur pendukung pertanian, yang tidak kalah penting disiapkan oleh pemerintah yaitu kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai mesin utama yang mengelola kawasan food estate tersebut. Tanpa SDM yang memadai, suatu program yang bagus akan sulit terwujud dengan hasil yang baik.

“Apapun ide besar itu harus disiapkan sumber daya manusia selaku pengelola. Kultur masyarakat kita memang pertanian, namun lebih banyak dilakukan secara konvensional. Karena itulah, konsep pertanian yang modern harus ditransfer ke petani kita,” kata Abdul Rauf kepada Ekbis NTB akhir pekan kemarin.   

Ia mengatakan, Dinas Pertanian NTB sudah pernah menyinggung mengenai program food estate dalam rapat kerja bersama Komisi II DPRD NTB. Namun demikian, belum ada persentasi khusus terkait dengan program besar ini. Dengan demikian, pada rapat kerja mendatang pihaknya mengharapkan agar Dinas Pertanian dan OPD terkait bisa memberikan gambaran utuh terkait dengan program ini.

“Tidak hanya itu, dalam waktu dekat kami juga akan meninjau langsung Labangka sebagai lokasi food estate. Kami ingin melihat lebih dekat kawasan yang akan dikembangkan oleh pusat itu,” katanya.

Abdul Rauf mengatakan, food estate dalam rencana besarnya akan mengintegrasikan pertanian, peternakan dan perikanan menjadi sesuatu yang unggul. Karena produksi hasil pertanian dan peternakan tersebut diproyeksikan akan melimpah kedepannya, maka tugas pemerintah selanjutnya adalah mendekatkan produk hasil pertanian dengan pasar.

 “Harus bisa menjangkau seluas-luasnya akses pasar sehingga ini bisa berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan kultur pertanian di Provinsi NTB masih sangat kuat, baik di Lombok maupun Sumbawa. Ada lahan pertanian yang tadah hujan, ada pula yang memiliki akses irigasi yang sudah baik. Selain padi, komoditas pertanian hortikultura menjadi unggulan di daerah ini. Di program food estate ini, diharapkan semua infrastruktur yang mendukung pertanian bisa tercukupi dengan baik.

Selanjutnya program Pemprov NTB yang sejak awal digaungkan yaitu industrialisasi agar bisa diwujudkan dalam food estate ini. Baik itu industralisasi hasil produksi pertanian, peternakan maupun perikanan. Industrialisasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah bagi para petani.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. Husnul Fauzi, M. Si menegaskan bahwa sekitar Rp200 miliar anggaran pusat yang akan mengucur untuk menyulap Labangka.

Labangka memiliki lahan seluas 24.000 hektar. rencananya, 10.000 hektar yang akan rekayasa untuk mewujudkan food estate. Di Labangka juga terdapat 200 hektar Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) yang dimiliki oleh daerah.

Lahan-lahan itulah yang akan dimanfaatkan, diproduktifkan sebagai sumber pangan bagi masyarakat sekitar. Memandirikan pangannya tanpa harus bergantung daari luar Labangka. Seluruh kegiatan pertanian, dari hulu sampai hilir akan dilakukan langsung di Labangka.

Husnul Fauzi mengatakan, seluruh komoditas pertanian, dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, bahkan peternakan, hingga kelautan perikanan akan ada di Labangka. Lahan-lahan yang tadinya tidak produktif, tidak kuat ditanami komoditas pertanian, akan dibantu dengan teknologi pertanian.

Pemerintah akan membangunkan sumber air. Tahun 2021 ada 10 embung yang akan dibangun di Labangka. Dari sumber air, distribusi air akan dilakukan menggunakan perpipaan. Ada juga infrastruktur untuk pemompaan air. Untuk penyiraman, teknologinya dengan sprinkle. (ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply