Peserta Tes SKB Kota Mataram, 80 Reaktif dan Satu Orang Positif


Walikota Mataram, H.Ahyar Abduh didampingi Asisten II H.Mahmuddin Tura,Inspektur Inspektorat, Kepala BKPSDM Baiq Nelly Kusumawati memantau pelaksanaan SKB melalui layar monitor pada Senin (21/9).

Mataram (Global FM Lombok) – Sebanyak 80 peserta SKB di Kota Mataram menunjukan hasil reaktif setelah melakukan rapid test. Selain itu, satu orang dinyatakan positif terpapar Virus Corona. Puluhan peserta yang dinyatakan reaktif itu tetap bisa mengikuti SKB namun ditempatkan di ruangan khusus.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati kepada Global FM Lombok Senin (21/9) mengatakan, satu orang yang positif terjangkit Virus Corona tersebut tidak bisa mengikuti SKB secara bersamaan.

BKPSDM sudah bersurat kepada BKN untuk mengatur jadwal pelaksanaan SKB pasien Covid – 19. Saat ini peserta tersebut masih melakukan isolasi mandiri, karena termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG). Panitia pelaksanaan SKB tidak bisa membatalkan SKB bagi pasien positif. Karena semua peserta memiliki hak yang sama untuk mengikuti tes lanjutan seleksi CPNS.

“Total yang reaktif di kita ada 80. Yang positif ada satu, kita sudah bersurat ke BKN. Memang itu ada surat edaran BKN bahwa jika ada yang positif dan rekomendasi dari Dikes tidak boleh  di sini maka, berati kita harus segera bersurat ke BKN pusat untuk dibuatkan jadwal ulang,” katanya   

Sementara itu, puluhan peserta yang dinyatakan reaktif masih tetap mengikuti tes seperti biasanya. Pada hari ketiga pelaksanaan SKB di Kota Mataram, sebanyak sembilan peserta yang mengikuti tes di ruangan khusus.

Sementara itu, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh saat meninjau pelaksanaan SKB di SMKN 3 Mataram mengatakan, peserta yang dinyatakan reaktif diminta untuk tidak berkumpul. Selain itu, jika SKB sudah selesai digelar peserta diminta untuk tidak berinteraksi dengan yang lain termasuk dengan keluarga.

Selain itu, puluhan peserta yang reaktif diminta untuk melakukan rapid test kembali. Hal ini untuk memastikan tidak ada virus dalam tubuh. Namun jika hasilnya tetap reaktif, maka harus melakukan tindakan terakhir yaitu swab tes.(azm) –

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply