Siap-Siap, Pendakian Rinjani Mulai Dibuka Tanggal 22 Agustus

Pendakian Rinjani (ist/dok)

Mataram (Global FM Lombok) – Balai Taman Nasioal Gunung Rinjani (BTNGR) dan Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB resmi membuka kembali pendakian Gunung Rinjani mulai 22 Agustus mendatang. Pembukaan wisata pendakian tersebut dilakukan untuk menggerakkan kembali geliat pariwisata yang saat ini terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Kepala Dispar NTB, Lalu Moh. Faozal, menerangkan pembukaan kembali wisata pendakian di Rinjani telah melewati beberapa evaluasi dari BTNGR. “Kita rencanakan nanti 22 Agustus pembukaannya, dan akan dimulai launchingnya di pintu Senaru untuk 4 pintu pendakian yang sudah kita keluarkan CHSE-nya,” ujarnya, Selasa (18/8) di Mataram.

Empat pintu yang dimaksud yaitu Senaru di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sembalun dan Timbanuh di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), dan Aik Berik di Lombok Tengah (Loteng). Dengan dibukanya jalur pendakian tersebut, diharapkan dapat memecah penumpukan pendakian yang saat ini terjadi di beberapa bukit di sekitar Gunung Rinjani.

“Jadi bisa lebih merata sebarannya,” ujar Faozal. Menurutnya, sampai saat ini Rinjani masih menjadi salah satu destinasi andalan NTB yang ditunggu-tunggu. Baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Bagi kami di Dispar keberadaan Rinjani dari sisi destinasi menjadi penentu dari berputarnya kembali pariwisata kita. Dengan catatan jangan sampai kita membuka ini semua, kita bersama TNGR bukannya mendapat apresiasi tapi justru menambah beban secara psikologis,” sambungnya.

Dicontohkan seperti kasus dugem yang sempat terjadi di Savana Propok maupun beberapa kasus tergelincirnya pendaki bahkan sampai memimbulkan korban jiwa beberapa waktu lalu. Untuk itu, pihaknya berharap pembukaan aktivitas pendakian dapat disikapi oleh masyarakat dengan tetap memperhatikan protokol keselamatan dan kesehatan yang direkomendasikan.

Terpisah, Kepala BTNGR, Dedy Asriady, menerangkan pembukaan pendakian Rinjani dilakukan dengan menindaklanjuti Surat Direktur Jenderal KSDAE Kementerian LHK Nomor: S.660/KSDAE/PJLHK/KSA.3/7/2020 tentang Pembukaan Aktivitas Pendakian dan Peningkatan Kuota Kunjungan Pada Reaktivasi Tahap I. “Kami menyadari betul arti penting dan peran dari TNGR, sehingga untuk menggerakkan booster (pendorong) ekonomi salah satu yang kuat adalah Gunung Rinjani,” ujarnya.

Diterangkan, berdasarkan rekomendasi yang diterima pihaknya dari Pemprov NTB dan Pemerintah Kabupaten terkait zona risiko Covid-19 maka pembukaan pendakian Rinjani untuk sementara dilakukan dengan paket 2 hari 1 malam. Kuota maksimal pendakian juga dibatasi maksimal 30 persen dari kuota kunjungan normal.

Dengan demikian untuk jalur pendakian pintu Senaru kuota maksimal pendaki adalah 45 orang per hari, Sembalun maksimal 45 orang per hari, Aik Berik maksimal 30 orang per hari, dan Timbanuh maksimal 30 orang per hari.

“Khusus untuk wisata pendakian, wajib untuk melakukan booking online melalui aplikasi eRinjani yang dapat diunduh di Playstore,” jelas Dedy.

Menurutnya, BTNGR akan menerapkan protokol Covid-19 yang ketat terhadap para wisatawan. Baik dari mulai pintu masuk, saat di lokasi wisata, maupun saat ke luar pintu Wisata. Wisatawan antara lain diwajibkan menggunakan masker, membawa hand sanitizer, kantong sampah, menjaga jarak minimal satu meter, membawa surat keterangan bebas covid-19 (untuk yang dari luar provinsi NTB) atau bebas gejala influenza (Influenza-like illness) untuk yang berasal dari pulau Lombok.

“Penyelenggaraan aktivitas pendakian dan peningkatan kuota pengunjung wisata alam di kawasan TN Gunung Rinjani akan dievaluasi secara berkala,” tandas Dedy. (bay/ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply