Antisipasi Covid, Jamaah Diimbau Tidak Padati IC Saat Salat Idul Adha

Salat Jumat digelar di Masjid Hubbul Wathan IC dengan protokol kesehatan (ist)

Mataram (Global FM Lombok) – Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Provinsi NTB akan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Salat Hari Raya Idul Adha pada Jum’at (31/7) mendatang. Namun, karena penyebaran Virus Corona masih tetap terjadi di Kota Mataram, panitia meminta agar tidak semua jamaah melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Hubbul Wathan.

Hal itu dikatakan Kepala UPT Destinasi Wisata Unggulan Islamic Center Dinas Pariwisata Provinsi NTB M. Ilham kepada media Senin (27/7) di ruang kerjanya. Ia mengatakan, kapasitas masjid Hubbul Wathan Islamic Center yaitu sebanyak empat ribu orang. Dengan jumlah tersebut, pihaknya membatasi sekitar 30 – 40 persen jamaah.

Meski tidak menerapkan pembatasan kapasitas secara resmi, namun pengelola meminta agar tidak semua jamaah melaksanakan salat Idul Adha di masjid Hubbul Wathan.

“Kami tidak membatasi, tapi kami mengimbau tidak semuanya salat disini. Maksimal 30 persen dari kapasitas,”katanya

Upaya lain yang diterapkan untuk mengantisipasi penularan virus, para jamaah diminta membawa sajadah sendiri, jaga jarak, cuci tangan dan menggunakan masker. Protokol ini sama halnya pada saat salat Jum’at.

“Salat Id kita tetap melaksanakannya sesuai protokol kesehatan, bawa sajadah sendiri, peralatan salat sendiri, jaga jarak, cuci tangan dan sebagainya itulah pointnya sama seperti salat Jumat biasanya cuma ditambah tempatnya aja, kita sudah buat lay out-nya salat id itu seperti ini,”katanya

Diterangkan M. Ilham, dari penataan yang sudah dibuat, panitia sudah menetapkan agar  masjid lantai satu dan dua diperuntukkan bagi jamaah pria. Sementara lokasi lainnya untuk jamaah perempuan. 

“Masjid lantai atas 1 dan 2  untuk jamaah Pria, di bawah yang kuning-kuning tempat wanita. Yang warna biru, hijau pria,”terang Ilham.

Diterangkan, untuk memaksimalkan penerapan protokol Covid – 19 pada saat pelaksanaan salat Idul Adha nanti,  panitia akan meminta bantuan alat pemeriksa suhu tubuh di Dinas Kesehatan. Karena standar suhu tubuh jamaah yang diperbolehkan mengikuti salat Idul Adha yaitu 37,5 drajat.

“Kita juga akan minta bantuan Dinas Kesehatan juga nanti untuk thermogunnya termasuk di pintu masuk nanti kita pasang. Suhu tubuh itu maksimal 37.5. Kalau di atas itu kita minta nunggu sebentar baru di cek lagi 5 menit kemudian kalau masih ya enggak boleh lah, di permaklumankan aja kalau lebih,”katanya.(azm)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply