Wilayah Pesisir Loteng Butuh Zonasi Penangkapan Benur Lobster


Benur yang dihasilkan oleh nelayan (Global FM lombok/ist/dok)

Praya (Global FM lombok)- Dibukanya keran ekspor benur atau benih lobster oleh pemerintah pusat dipastikan akan mendorong nelayan untuk melakukan penangkapan benur di kawasan pantai selatan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) secara masif. Di satu sisi, penangkapan benur oleh nelayan berpotensi menimbulkan gangguan bagi lingkungan berupa potensi munculnya sampah dari sisa alat tangkap benur nelayan. Sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu keindahan kawasan pantai tersebut.

Terlebih beberapa kawasan pantai lokasi penangkaran benih lobster tersebut merupakan destinasi wisata andalan daerah ini. Untuk itu, Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., menyarankan  agar dibuatkan kebijakan zonasi area penangkapan benih lobster. Dengan demikian, aktifitas penangkapan benih lobster bisa berjalan, pariwisata juga bisa tetap eksis.

“Perlu dibuatkan zonasi area penangkapan benih lobster. Supaya ada keberimbangan dan kesinambungan. Antara kegiatan penangkapan benih lobster dengan aktifitas pariwisata supaya tidak saling mengganggu,” terang Suhaili, Jumat (17/7) lalu.

Karena kawasan laut dan pantai merupakan kewenangan pemerintah provinsi, maka tentu kebijakan zonasi penangkapan benih lobster tersebut menjadi kebijakan pemerintah provinsi. Pihaknya dalam hal ini hanya mendorong, agar kebijakan tersebut bisa dilaksanakan. “Ini demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Soal penangkapan benih lobster, karena itu sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat tentu pihaknya tidak bisa melarang. Tapi memang perlu diatur oleh pemerintah di daerah soal zonasinya. Di mana lokasi yang dibolehkan dan mana yang tidak diperbolehkan. Supaya kebijakan tersebut tidak sampai menggangu sektor yang lain. Terutama sektor pariwisata yang menjadi andalan pemerintah didaerah ini.

Dengan begitu, masyarakat yang mengandalkan ekonominya dari aktifitas penangkapan benih lobster bisa tetap hidup. Begitu pula masyarakat yang menggantungkan ekonominya dari pariwisata juga bisa tetap bertahan.

Jangan sampai kemudian, keterpurukan pariwisata akibat pandemi semakin diperparah dengan aktifitas penangkapan benih lobster oleh nelayan. “Pemkab Loteng nantinya juga akan coba mengatur zonasinya. Sesuai dengan batasan kewenangan yang dimiliki,” pungkas mantan Ketua DPRD NTB ini. (kir)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply