Membanggakan, Letda Lalu Muhammad Irza Wira Kusuma, Satu-Satunya Peserta Praspa Penerbang TNI AD Asal NTB


Letnan Dua Lalu Muhammad Irza Wira Kusuma bersama ibunda
Hj Baiq Enny Mardiana W usai kegiatan Praspa (ist)

Mataram (Global FM Lombok)- Mengenyam pendidikan di Akademi Militer (Akmil) adalah impian banyak pemuda. Namun tidak banyak yang bisa masuk lembaga pendidikan tersebut, terlebih di bagian yang lebih spesifik seperti Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad). Namun pemuda asal Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Lalu Muhammad Irza Wira Kusuma mampu masuk dalam lembaga pendidikan yang bergengsi itu dan berhasil menjalani Praspa atau wisuda pada Selasa (14/07) kemarin.

Praspa atau Prasetya Perwira TNI/Polri Tahun 2020 berlangsung semarak dengan dipimpin oleh Presiden Jokowi melalui Video Conference dari Istana Negara. Para Calon Perwira Remaja (Capaja) mengikuti upacara dari Akademi masing-masing yaitu di Akmil Magelang, AAL Surabaya, AAU Yogyakarta dan di Akpol Semarang. Di Istana Negara, hanya ada delapan orang perwakilan Capaja dari TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Polri.

“Anak saya ini satu-satunya putra NTB yang menjadi penerbang di Angkatan Darat yang menjalani Praspa tahun 2020 ini,” kata Hj Baiq Enny Mardiana W. SH.MM, orang tua Lalu Muhammad Irza Wira Kusuma, Selasa (14/07).

Saat berlangsungnya kegiatan Praspa

Letnan Dua Lalu Muhammad Irza Wira Kusuma lahir di Praya tanggal 21 April 1998 dari pasangan Ir. Lalu Muh. Faesal MM (alm) dan Hj. Baiq Enny Mardiana W. SH.MM. Wira adalah anak ke 2 dari lima bersaudara. Sebelum mengenyam pendidikan di Akmil, ia menmpuh pendidikan SD,SMP hingga SMA di Kota Praya dengan nilai akademik yang selalu bagus.

“Semasa sekolah dia sangat aktif di Paskibra sampai tingkat provinsi dan pernah jadi mayor drumband di SMA 1 Praya dan Palang Merah Remaja. Jadi, memang ketertarikannya di militer sudah ada sejak sekolah SMA,” tuturnya.


Letnan Dua Lalu Muhammad Irza Wira Kusuma

Sementara itu Letnan Dua Lalu Muhammad Irza Wira Kusuma usai agenda Praspa mengatakan, dirinya sangat terharu sekaligus bangga karena bisa menjadi bagian penerbang TNI AD. Terlebih jalan yang ditempuh saat masuk di Akmil dan pada saat proses pendidikan tidak mudah. ” Itu semua membutuhkan perjuangan dan spirit yang tak boleh padam baik dari diri sendiri maupun dorongan dari orang tua,” katanya.

Wira memang putra daerah yang telah membuat bangga orang tua dan daerah kelahirannya karena telah berhasil melewati serangkaian tes yang panjang dan penuh kompetisi seperti syarat administrasi, kesehatan, jasmani, mental ideologi, psikologi, akademik hingga syarat fisik. ” Di kesatuan ini saya ingin mengabdi untuk orang tua, agama, bangsa dan negara,” tegasnya.

Korp Penerbang TNI Angkatan Darat  yang dipilih oleh Letda Lalu Muhammad Irza Wira Kusuma adalah kesatuan yang memiliki sarana penerbangan dan bertugas mendukung mobilitas tempur TNI Angkatan Darat. Laman Wikipedia menulis,  sasaran di balik bukit yang tidak dapat dijangkau dengan tembakan artileri, dapat diserang secara langsung oleh helikopter Angkatan Darat (AD) atau oleh pasukan mobile udara (mobud) pasukan Penerbad.

Operasi Mobud merupakan bentuk spesifik operasi TNI Angkatan Darat yang diselenggarakan dan dilaksanakan sebagai suatu operasi antarkesenjataan Infanteri, kavaleri, artileri dengan Penerbad. Kesenjataan Perhubungan (Komunikasi Elektronik) ikut berperan terutama dalam Komando dan Pengendalian. Dengan demikian Penerbad adalah bagian integral dalam suatu operasi mobud yang sejajar dengan Korps Kesenjataan lainnya.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply