Siap-Siap, JPS Gemilang Tahap III Diluncurkan Senin Pekan Depan

Rapat persiapan peluncuran JPS Gemilang Tahap III (ist)

Mataram (Global FM Lombok)– Program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang telah siap memasuki tahap III. Penyaluran akan dimulai pada pekan depan atau pada hari Senin 13 Juli 2020 di Desa Loyok Kabupaten Lombok Timur. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah pada rapat koordinasi terkait persiapan peluncuran JPS Gemilang tahap III menyampaikan bahwa tahap III atau tahapan terakhir ini harus benar-benar dipersiapkan.

“Kekurangan pada JPS I bisa diperbaiki dan kita punya prestasi JPS II ini nyaris tanpa cacat. JPS III ini harus hati hati,” ujar Gubernur saat memberikan arahan di Ruang Rapat Utama kantor Gubernur NTB, Jumat, 10 Juli 2020.

Gubernur menekankan bahwa JPS Gemilang tahap III ini tidak perlu terburu-buru, harus detail dan dipastikan tidak ada masalah. Gubernur juga mengingatkan bahwa hadirnya JPS Gemilang ini tidak hanya memberi stimulus perekonomian kepada masyarakat di masa pandemi, JPS Gemilang juga suatu langkah membangkitkan UMKM dan IKM sehingga dapat berlari dan berkembang.

Lebih jauh, Gubernur menerangkan bahwa JPS Gemilang tahap III ini bukan akhir melainkan awal kebangkitan dan pertumbuhan ekonomi di NTB. “Ini menandai mulainya stimulus stimulus ekonomi,” tuturnya.

Gubernur berharap JPS Gemilang ini menjadi pemicu awal dan perbaikan dan peningkatan kualitas produk UMKM dan IKM, sehingga dengan produksi skala lebih besar dapat menekan harga dan siap melebarkan sayap pemasarannya hingga nasional dan internasional.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan, JPS Gemilang termasuk skala nasional menjadi sesuatu yang beda dengan tempat lain. Dimana, segala itemnya menggunakan produk lokal, sehingga apa yang telah diinisiasi oleh Gubernur ini, Wagub meminta agar berkesinambungan.

“Bagaimana menindaklanjuti, harus lebih dipersiapkan, koordinasi seluruh OPD OPD penyedia, agar proses ini dapat berjalan seterusnya, UMKM, IKM kita bisa terus berproduksi, ketersediaan marketnya, baik nasional maupun internasional,” pinta Wagub.

Wagub juga menambahkan i-Shop NTB yang mana situs yang menjual produk produk unggulan NTB dapat benar benar diseriusi, baik itu konten maupun sistem harus yang memudahkan pengguna. “Ini harus betul-betul diseriusi, baik konten maupun sistem yang memudahkan, bagaimana ini bisa seterkenal online shop lainnya,” ujar Wagub.

Tantangan kedepan, lanjut Wagub, bagaimana perekonomian ini dapat stabil, tidak hanya saat JPS Gemilang saja, akan tetapi dapat terus berproduksi. Terakhir, Wagub mengucapkan terimakasih atas kerja keras dan sinergi Gugus Pemulihan Sosial Ekonomi Dampak Covid-19 Provinsi NTB.

Asisten II setda NTB , H. Ridwansyah yang menjadi moderator rapat itu, menyampaikan bahwa persiapan JPS Gemilang tahap III sudah hampir 100%. Ridwansyah juga memaparkan bahwa jumlah penerima pada JPS Gemilang tahap III ini sebanyak 120.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yakni dengan uraian 110.130 DTKS dan 9.870 Non DTKS. Sedangkan barang dalam JPS Gemilang menggunakan produk dari 4.673 UKM/IKM/Kelompok.

Ditargetkan, ratusan ribu paket JPS Gemilang ini bisa tersalurkan dalam 10 hari atau akan selesai pada tanggal 23 Juli mendatang. Untuk paket JPS tahap ketiga ini, Pemprov NTB memilih menggunakan anyaman bambu sebagai wadah dari paket sembako tersebut. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam membangkitkan usaha anyaman bambu di tengah pandemi Covid-19.

Dimana, pelaku usaha khusus anyaman bambu di NTB cukup menjamur salah satunya di Desa Loyok Kabupaten Lombok Timur. Sehingga Pemprov NTB memilih desa tersebut sebagai lokasi peluncuran JPS Gemilang pada pekan depan. (azm)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply