Musda Golkar,Ahyar Ingin Pertahankan Tradisi Musyawarah Mufakat

Walikota Mataram H Ahyar Abduh

Mataram (Global FM Lombok) –Tensi politik pada Musyawarah daerah atau Musda Partai Golkar NTB diprediksi memanas. Pertarungan memperebutkan kursi pimpinan partai bakal terjadi antar H.Ahyar Abduh dan H.Suhaili FT. Diketahui, keduanya sama – sama memiliki kekuatan bahkan pengaruh di level daerah maupun nasional.

Menanggapi hal tersebut, Dewan Pembina DPD Partai Golkar Kota Mataram,H.Ahyar Abduh menyampaikan, DPP Partai Golkar telah mengeluarkan instruksi agar daerah segera melaksanakan musyawarah daerah. Khusus pengurus Partai Golkar tingkat provinsi diberikan tenggat waktu sampai 31 Juli mendatang. Sementara, pengurus tingkat kabupaten/kota paling lambat akhir Agustus.

“Ya, DPP sudah mengeluarkan surat agar musda segera digelar,”kata Ahyar ditemui,Senin (6/7).

Dalam tradisi partai berlambang beringin,Musda tetap dilaksanakan mengedepankan musyawarah mufakat. Musyawarah mufakat melahirkan keputusan penunjukan langsung atau aklamasi ketua partai. Menurut Ahyar, tradisi baik ini harus dipertahankan agar tidak ada satupun calon merasa tersakiti. Apalagi ini antara internal keluarga Partai Golkar.

“Saya kira nanti di musda harus terus dipertahankan tradisi itu,”harapnya.

Karir politik Ahyar memang cukup moncer. Terbukti pada kontestasi politik lima tahunan (Pileg),Partai Golkar mendulang suara terbesar dan memperoleh kursi paling banyak di parlemen. Awalnya sebut dia, hanya empat kursi bertambah menjadi sembilan kursi.

Meskipun disebut – sebut sebagai calon kuat dan berpotensi terpilih secara aklamasi. Walikota Mataram dua periode enggan berbesar hati. Dia menyerahkan sepenuhnya kepercayaan itu ke kader. Pada musda yang memiliki hak suara adalah 10 DPD kabupaten/kota di NTB dan organisasi sayap partai.

“Kalau itu tergantung dari kader yang punya hak suara,”dalihnya.

Ahyar membenarkan telah dipanggil secara pribadi oleh pengurus DPP Partai Golkar di Jakarta. Pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Golkar,Erlangga Hartato beserta pengurus lainnya menyampaikan perkembangan serta peluang Golkar kedepannya.

Sama sekali tidak ada pembahasan terkait persiapan musda. Sebab, Golkar sangat patuh pada asas serta aturan partai.

Bagaimana dengan dukungan DPD di kabupaten/kota? Hal ini bisa dinegosiasikan dan koordinasikan. Paling penting menurut dia adalah, bagaimana Golkar memberi kontribusi terbaik bagi daerah baik dari sisi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (cem)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply