Kedapatan Ngamen, Bule Rusia Dideportasi Imigrasi Mataram

Proses deportasi Mikhael dan keluarganya ( Suara NTB/ist)

Mataram (Global FM Lombok)- Kedapatan ngamen di Pasar Kebon Roek, Ampenan, pasangan wisatawan asing asal Rusia diamankan petugas Imigrasi Mataram, Sabtu (2/5). Sempat diamankan dan dimintai keterangan, pasangan bule bernama Mikhail (29) dan istrinya Ekatherina (28) ini akhirnya dideportasi Minggu (3/5) malam.  

Mikhail diketahui beberapa hari terlunta lunta di Lombok karena kehabisan ongkos. Alih alih ingin pulang,  bagi mereka dalam situasi pandemi  Covid – 19 saat ini sulit untuk keluar dan masuk ke negaranya.  Yang paling jadi masalah ongkos pulang. Mereka terpaksa ngamen di Pasar Kebon Roek Ampenan. Setelah viral di media sosial, petugas Imigrasi langsung mengamankan mereka Sabtu lalu.

Menurut Kepala Kantor Imigrasi Mataram, Syahrifullah,  setelah diamankan dari Pasar Kebon Roek, mereka diperiksa di ruang detensi Sabtu lalu.  Namun ditemukan tidak ada masalah pelanggaran keimigrasian. Mereka hanya habis masa izin tinggal per 30 April 2020. Namun karena tidak punya uang, tertahan di Lombok. 

Disebut Syahrifullah, dua wisatawan ini dideportasi melalui Kedutaan Besar Rusia di Bali. “Mereka sudah kami kirim ke Bali. Mereka akan dideportasi melalui Kedutaan Rusia di Bali,” kata Syahrifullah Senin (4/5) kepada Suara NTB.

Saat ngamen, keduanya membawa serta bayinya yang baru berusia dua tahun. “Setelah melalui pemeriksaan, pasangan bule ini sudah  habis masa tinggalnya di Lombok. Karena itu sesuai aturan keimigrasian, karena tidak diperpanjang, maka harus dikembalikan ke negaranya,” ujarnya.

Selain habis masa tinggal, Mikhail ngamen pada situasi pandemi sehingga keberadaannya dianggap mengkhawatirkan bagi masyarakat sekitar.  Sebelum dikirim ke Bali, mereka sudah melalui rapid test dan hasilnya non reaktif.

Pasangan Bule asal Rusia yang viral karena ngamen di Lombok. Dalam video yang beredar, bule itu ngamen di Pasar Kebon Roek, Ampenan, akhirnya diamankan Imigrasi Mataram, Jumat (1/5) lalu. Terungkap dari pengakuan kepada pihak Imigrasi, mereka kehabisan uang sehingga terpaksa  ngamen untuk bertahan hidup.

Dalam video yang beredar di media sosial, Mikhail ngamen menggunakan alat musik akordion, berusaha menarik simpati para pengunjung dan pedagang pasar. Sesekali ada warga yang menyodorkan uang. Sementara Ekatherina berdiri pada jarak sekitar dua meter sambil menggendong bayinya. (ars)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply