Persediaan Cadangan Pangan Saat Pandemi Corona Harus Jadi Perhatian

Danrem 162/WB bersama Bupati Loteng saat panen padi di Desa Gapura Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (23/04).

Mataram (Global FM Lombok)- Sejak merebaknya Pandemi Corona atau Covid-19 dan ditetapkan sebagai bencana nasional non alam,  unsur TNI yang tergabung dalam Gugus Tugas Covid – 19 mendorong dari sisi lain, yakni memaksimalkan pangan. Pihak TNI menganggap Covid- 2019 sebagai musuh yang harus diperangi. Syarat menang melawan perang adalah ketersediaan logistik.

Karena menurut Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, perang melawan Covid-19 terus dilakukan dengan berbagai upaya. Karena dampak wabah ini tidak hanya merusak kesehatan  masyarakat, juga berdampak ambruknya sisi sosial dan ekonomi masyarakat. “Sehingga dalam hal ketersediaan pangan selama masa pandemi Covid-19 di wilayah NTB kita harus benar benar siapkan,” ujar Danrem Minggu (26/4).

Menurut dia, persediaan cadangan pangan saat pandemi Covid-19 menurutnya harus jadi perhatian semua stakeholder yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19. Perhatian itu ia lihat ketika menggelar panen raya di Lombok Timur dihadiri langsung Bupati H. Sukiman Azmi. Kemudian panen raya berlanjut di Lombok Tengah dihadiri Bupati H. Suhaili FT.

Danrem 162/WB menegaskan, masyarakat NTB patut bersyukur kepada Allah SWT karena  masih bisa menanam dan memanen di tengah pandemi. Ada semangat survive dilihatnya pada para petani dan masyarakat umumnya untuk sama sama memerangi Corona.

Melihat atmosfer semangat itu, ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir soal cadangan pangan. Karena pemerintah selalu hadir untuk mengawal, mengamankan kesedian cadangan pangan selama Pandemi Covid-19.

Dicontohkannya, di Lombok Tengah sudah surplus 60.000 sampai 66.000 ton. Sehingga  untuk tahun 2020, stok beras di Lombok Tengah surplus 66.000 ton bisa menghidupi masyarakat di luar Lombok Tengah. “Untuk itu masyarakat lombok tengah dan NTB pada umumnya tidak perlu ragu, cemas, takut atau khawatir akan ketersediaan logistik atau beras,” ujar Danrem.

Perwira menengah asal Jakarta ini menilai, masyarakat NTB patut bersyukur karena masih mampu menjadi  lumbung pangan. Sehingga diperkirakannya, pada musim tanam kedua, hasil panen akan berlipat ganda, ditaksir mencapai 120.000 ton. Hasil panen ini diharapkan bisa menjadi cadangan di tahun 2021. 

“Hal ini kita sebagai langkah antisipasi serta memberikan keyakinan kepada publik baik lokal maupun nasional bahwa NTB  kaitan dengan stok beras maupun pangan aman dan terkendali,” lanjutnya.

Aktivitas pertanian sebagai sektor riil sebenarnya bisa jadi peluang baru ditengah perumahan karyawan atau PHK massal dan potensi masalah dari TKI yang pulang kampung.

Sehingga ia berharap, mereka yang mantan TKI maupun pekerja pada perusahaan,  hotel-hotel yang saat Covid-19 harus dirumahkan, diharapkan bisa melibatkan diri dalam proses pertanian. Karena sebentar lagi masuk musim tanam hingga berlanjut pada musim panen. Sehingga dapat membantu memberikan solusi dari dampak, sosial ekonomi  baik yang ada di Lombok tengah, maupun daerah lain di NTB, dengan harapan dapat membantu menyerap tenaga kerja di bidang pertanian.

“Hal ini akan sangat membantu, namun tetap berpedoman pada Protap atau SOP selama masa pandemi Covid-19 sesuai dengan apa yang telah diatur pemerintah bahkan dunia internasional agar kita tetap selalu aman dari penyebaran covid-19,” tuturnya. (ars)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply