Tangani Corona, Pemprov NTB Siapkan 380 Ruang Isolasi

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah saat memimpin rapat secara virtual di kantornya, Senin (6/04) (ist)

Mataram (Global FM Lombok)- Untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19, Pemprov NTB memastikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), rapid test hingga ruang isolasi di berbagai daerah di NTB. Untuk ruang isolasi, Pemprov NTB akan menyiapkan 380 kamar.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, kebutuhan akan sarana dan prasarana di tengah pandemi wabah covid-19 menjadi prioritas Pemerintah Provinsi NTB saat ini. 380 ruang isolasi itu rencananya akan memanfaatkan fasilitas Asrama Haji, RS Unram, Wisma Tambora hingga Rumah Sakit Kabupaten/Kota se-NTB.

“Kita ingin semua kelengkapan fasilitas penunjang di NTB harus segera dipenuhi. Kita tidak mau  korban semakin bertambah di NTB,” tegas Wagub saat rapat bersama Sekda, Asisten dan sejumlah kepala OPD melalui video conference di ruang kerjanya, Senin (06/04).

Tidak hanya menambah ruang isolasi, Pemerintah Provinsi NTB juga sudah memesan alat rapid test sebanyak 1.000 unit dari Kementerian Kesehatan RI. Selain itu, BNPB telah mengirimkan sebanyak 1.900 buah APD Coverall dan 7000 buah masker bedah, sehingga diharapkan kebutuhan APD untuk rumah sakit dan puskesmas dapat tercukupi dalam minggu ini.

Puskesmas juga akan menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19. Khususnya untuk penanganan pasien ODP bergejala ringan, sehingga tidak terjadi penumpukan pelayanan di rumah sakit.  Untuk mendukung langkah ini Wagub meminta kesiapan Dinas Kesehatan untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan di puskesmas tersedia dengan baik.

 “Harus diyakinkan dan dipastikan seluruh fasilitas di puskesmas tersedia dengan baik. Baik dari sisi SDM maupun APD nya,” perintahnya.

Demikian juga dengan desa, secara khusus Wagub meminta agar seluruh desa bisa menyiapkan langkah-langkah antisipasi penyebaran covid-19.

Saat ini desa sudah mulai sadar dengan covid, namun tidak seluruhnya merata. Sehingga ia meminta kepada Kadis DPMD dan Dukcapil, Dr. Ashari, untuk mendorong desa-desa yang belum maksimal dalam antisipasi dan pencegahan agar segera bisa mencontoh desa-desa yang sudah baik responnya.(ris/r)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply