Cegah Corona, Lobar Mulai Berlakukan Jam Malam

Suasana pemberlakukan jam malam di Lobar (Global FM Lombok/her)

Giri Menang (Global FM Lombok) – Kabupaten Lombok Barat (Lobar) secara umum memberlakukan isolasi mandiri kewilayahan terbatas dan jam malam di masing-masing kecamatan untuk mencegah penyebaran corona. Beberapa kecamatan juga memberlakukan kebijakan tertentu. Misalnya di Kecamatan Sekotong, aktivitas pedagang dari luar akan dibatasi, terutama dari daerah yang sudah terdapat kasus positif corona.

Untuk kebijakan jam malam, pada Sabtu (4/4) malam kemarin, mulai daerah Gerung, Kediri dan Narmada hingga wilayah Senggigi diberlakukan penjagaan ketat oleh tim terpadu melibatkan kecamatan, desa, warga, aparat TNI dan Polri. Pemberlakuan jam malam dan isolasi mandiri kewilayahan terbatas ini pun cukup efektif, pasalnya suasana di sejumlah tempat ini tampak lengang dari aktivitas warga.

Pelaksanaan isolasi mandiri kewilayahan terbatas yang dilakukan di wilayah Gerung pada Sabtu malam kemarin berjalan lancar sesuai rencana. Sejak pukul 20.00 Wita, wilayah Gerung dan sekitarnya lengang. Lalu lalang kendaraan yang biasanya padat terlihat sepi. Petugas dan warga berjaga-jaga di semua pintu masuk, mulai dari simpang lima, simpang tiga, hingga gang-gang.

Baca Juga :
Satu PDP dari KSB Meninggal Dunia, Sampel Swab Masih Diperiksa

Pertokoan dan PKL di daerah gerung tutup. Hanya saja disesalkan warga, ritel modern justru dibiarkan beroperasi. Kemudian di Kediri pada saat pemberlakukan jam malam, mulai pukul 22.00 Wita, pedagang pakaian dan PKL tidak diizinkan jualan. Jalan masuk di simpang empat Rumak dijaga. Suasana kota santri yang biasanya ramai di malam Minggu itupun mendadak lengang.

Camat Kediri Hermansyah mengatakan, bahwa pihaknya memberlakukan jam malam dengan membatasi operasional pedagang. Pihaknya bersama Forkopimcam melakukan pembatasan di dua desa yakni Kediri dan Kediri selatan. Rencananya pihaknya akan mengeluarkan surat untuk pemberlakuan di semua Desa di kecamatan Kediri. “Kami berlakukan jam malam di semua desa,”tegas dia.

Kemudian di wilayah Sekotong, tim Satgas dipimpin Camat Sekotong L Pardita Utama, SE mengundang Polsek, Danramil, Kepala Puskesmas, Kepala Desa, dan KUA membahas penanganan corona. Dari berbagai masukan dari para pihak, termasuk kades beberapa yang mengemuka terkait rencana pembatasan pedagang luar  berjualan ke pasar Sekotong khususnya pada hari pasaran. Seperti di Pelangan dan Sekotong Tengah.

Baca Juga :
Total Ada Tujuh PDP di NTB Meninggal Dunia, Ini Rinciannya

“Kami sudah turun memberi imbauan untuk penutupan pasaran Sekotong setiap hari Sabtu, pasar harian tetap hanya bagi pedagang lokal,”jelas Sekdes Sekotong tengah M Rasid.

Para kades di kawasan wisata mengaku telah melakukan imbauan agar lokasi wisata tutup sementara. “Terkait dengan para wisatawan yang berkunjung ke Desa Batu Putih kami sudah menghimbau untuk sementara di tutup,”kata Pajrin Nur, Kades Batu Putih.

Camat Sekotong mengatakan bahwa rapat ini bertujuan untuk berkoordinasi terkait langkah-langkah yang ditempuh berbagai pihak di Kecamatan Sekotong terkait penanganan virus corona.

Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Lombok Barat sekaligus Sekda Dr. H Baehaqi mengatakan, tim Gugus Tugas melalui satgas di masing-masing wilayah sudah memberlakukan jam malam dan isolasi di masing-masing wilayah. Masyakarat dibatasi keluar rumah sampai jam 22.00.”Lobar memberlakukan jam malam di semua wilayah, semua kecamatan dibatasi,”jelas Sekda. Sambil pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat bersama tim TNI Polri. Langkah ini jelas dia dalam rangka mencegah penyebaran corona.

Baca Juga :
Satu Lagi PDP di Kota Mataram Meninggal Dunia

Untuk gambaran Lobar sendirian kata dia, masih pada posisi hijau, artitnya belum ada ditemukan positif corona. Namun demikian pihaknya akan berupaya keras mempertahankan agar tidak ada warga Lobar positif Corona. Pihaknya terus mengupdate data jumlah dan sebaran Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Berdasarkan data perkembangan covid-19 di Lobar, jumlah PDP bertambah menjadi 4 orang. Yakni tiga di Lingsar dan satu orang di Labuapi. Dimana dari 4 orang ini, dua orang dinyatakan selesai dalam pengawasan dan dua orang lagi masih dalam pengawasan. Jumlah ODP bertambah menjadi 460 orang, terdiri dari 296 orang selesai dalam pemantauan dan 164 masih dalam pemantauan. (her)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

1 Komentar

  1. Produsen Masker di Desa Selagik Lotim Kini Kebanjiran Pesanan | Global FM Lombok6 April 2020, 08:44 at 8:44 am

    […] By: Global FMOn: 5 April 2020, 20:52 Produsen Masker di Desa Selagik Lotim Kini Kebanjiran PesananReviewed by Global FMonSunday, April 5th, 2020.This Is Article AboutProdusen Masker di Desa Selagik Lotim Kini Kebanjiran PesananSelong (Global FM Lombok) – Keberadaan Desa Selagik, Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini menjadi sorotan. Pasalnya, Desa Selagik yang mayoritas penduduknya bergelut di bidang konveksi ini mendapat orderan atau pesanan pembuatan masker dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menyusul merebaknya pandemi virus corona (Covid-19). Dikonfirmasi Minggu (5/4), Kepala Desa Selagik Kecamatan Terara, Hamdan […]PrevNext […]

Leave a Reply