Ini Sebagian Dampak Pandemi Corona Bagi Pedagang di Pasar Tradisional

Ilustrasi pedagang sembako di pasar tradisional (Global FM Lombok/dok)

Mataram (Global FM Lombok) – Penyebaran virus corona atau Covid -19 yang terjadi saat ini berpengaruh terhadap semua sektor,  salah satunya perdagangan. Misalnya para pedagang di pasar tradisional Kota Mataram mengaku pendapatannya terus berkurang sejak virus ini menyebar di Indonesia.

Salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Kebon Roek Ampenan, Fitriani mengatakan, sebelum mewabahnya virus Corona, omzet yang diperoleh bisa mencapai lebih dari Rp 2 juta per hari. Namun saat ini menurun sekitar 50 persen. Sehingga dalam sehari, pendapatan yang diperoleh hanya berkisar Rp 1 juta.” Sekarang lebih sepi dari kemarin-kemarin,” katanya kepada Global FM Lombok.

Terlebih lagi saat ini keluh Fitri, harga beberapa bumbu dapur mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Misalnya cabai rawit harganya Rp 70 ribu per kg, tomat Rp 15 ribu per kg. Tidak itu saja, bawang bombai mengalami lonjakan yang cukup drastis yaitu sebesar Rp 130 ribu per kg. Padahal biasanya, bawang bombay sekitar Rp 20 – 25 ribu per kg.

Kenaikan harga bumbu dapur ini, tidak saja dipengaruhi oleh penyebaran virus corona, melainkan karena musim hujan masih berlangsung. Pasalnya, ketika musim hujan, komoditas pertanian cepat membusuk. Sehingga untuk meminimalisir kerugian, harga komoditas pertanian tersebut dinaikan.(azm)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply