NTB Bebas Corona, Tiga Gili Aman Bagi Wisatawan

Gubernur NTB saat memberikan keterangan pers terkait wisata Tiga Gili ( Global FM Lombok/nas)

Tanjung (Global FM Lombok) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah kembali menegaskan bahwa kawasan Tiga Gili di Lombok Utara yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air tidak dilakukan lockdown. Pemprov hanya melakukan penutupan sementara akses kapal cepat (fastboat) dari Bali menuju Tiga Gili yang selama ini mengangkut ribuan wisatawan dalam sehari tanpa kontrol yang ketat karena keterbatasan peralatan dan SDM di Tiga Gili.

Gubernur mengatakan Tiga Gili tetap terbuka bagi wisatawan baik domestik dan mancanegara. Namun harus melalui Bandara Internasional Lombok atau Pelabuhan Lembar. Selanjutnya wisatawan dapat masuk ke kawasan Tiga Gili melalui Pelabuhan Bangsal Kecamatan Pemenang Lombok Utara.

“Karena peralatan kita terbatas, SDM terbatas. Apalagi Bali sudah ada positif Corona. Kita tak mau ambil risiko. Oleh karena itu (wisatawan) yang datang dari Bali lewat fastboat  kita tutup sementara untuk meminimalisir kemungkinan terburuk yang terjadi di tempat kita,” kata Gubernur pada kegiatan sterilisasi Tiga Gili di Pelabuhan Bangsal, Rabu (18/3).

Dengan penutupan sementara akses kapal cepat Bali – Tiga Gili, bukan berarti tak ada lagi aktivitas wisatawan di daerah tersebut. Justru, kata Gubernur harus dikampanyekan bahwa kawasan wisata tiga gili tetap baik, bersih dan tak ada masyarakat atau wisatawan yang terkena virus Corona.

“Jadi (wisatawan) yang sudah ada  mungkin justru lebih safe, lebih aman berada di gili ketimbang dia keluar. Bukan sebaliknya keluar dari gili. Justru kalau berada di gili, dia relatif lebih aman,” kata Gubernur.

Kaitan dengan keluarnya ribuan wisatawan dari Tiga Giili, Gubernur mengatakan hal itu terjadi karena ada miskomunikasi. Ia menegaskan sampai saat ini di NTB belum ada orang yang positif Corona.

Pelabuhan Bangsal dijadikan sebagai pusat keluar masuk wisatawan ke Tiga Gili. Di sana sudah ada petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang mengecek setiap wisatawan yang masuk maupun keluar.

“Lockdown itu nggak ada. Cuma aksesnya kita batasi. Sehingga lebih mudah kita kontrol. Tetapi bukan berarti ini (gili) tak terbuka. Tetap terbuka sebagaimana sediakala, cuma dibatasi pintu masuknya lewat Bangsal,” tandasnya. (nas/ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply