Usaha Ternak Berkembang, Desa Teruwai Ingin Pemerintah Hadirkan Pabrik Pakan

Aktivitas ternak di Desa Teruwai (Global FM Lombok/ris)

Praya (Global FM Lombok) – Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menjadi salah satu desa penghasil ayam pedaging serta penetasan telur di NTB. Hasilnya disuplai ke sejumlah mitra yang sudah menjalin kontrak dengan para kelompok ternak seperti kalangan perhotelan serta ke program PKH.

“Karena kita sudah canangkan, khusus untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di kecamatan Pujut itu sekitar 17 ribu penerima manfaat, kita ganti dengan ayam, karena kita punya produk unggulan, tentu kita akan manfaatkan itu,” kata Kepala Desa Teruwai, H. Muhammad Artha, kepada Global FM Lombok akhir pekan kemarin.

Di Desa Teruwai, terdapat 10 kelompok ternak unggas yang sudah eksis mengembangkan usaha ayam pedaging dan penetasan telur. Rata-rata produksi telur per minggu sekitar 1.200 butir, sementara produksi daging mencapai 200 ekor per hari.

Baca Juga : Mengaku Rugi, Peternak di Pulau Sumbawa Demo Tolak Masuknya Daging Impor

Sebagai desa yang menjadi salah satu sentral pemasok daging ayam, pemerintah daerah memberikan perhatian. Kata M Artha, Pemprov NTB melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan akan memberikan bantuan ayam indukan sebanyak 10 ribu ekor untuk 10 kelompok di desa ini khusus untuk ayam petelur guna menopang usaha pembibitan.

“Bantuan tersebut membuat semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam usaha pemeliharaan ayam ini. Artinya usaha ini akan semakin berkembang dan pada akhirnya kita berupaya bisa swasembada daging ayam,” katanya.

Dengan banyaknya kelompok ternak di desa ini, kesejahteraan masyarakat diharapkan terus terangkat serta angka pengangguran bisa ditekan. Usaha ternak ini memang sedang digemari karena kepemilikan lahan pertanian tidak terlalu luas yaitu sekitar 30 – 40 are per KK. Sehingga usaha ternak ayam menjadi usaha tambahan masyarakat.

Salah satu yang diinginkan oleh para peternak yaitu kehadiran pabrik pakan berstandar nasional di Lombok untuk mendukung usaha peternakan yang semakin banyak dilakukan oleh masyarakat. Karena selama ini harga pakan dinilai masih tinggi.

Baca Juga : Harga Ayam, Tomat, Cabai dan Bawang Naik Signifikan

Pabrik pakan yang berstandar dibutuhkan karena usaha penggemukan ayam memerlukan kualitas pakan. Jika masa penggemukan selama 45 hari tersebut tidak memakai pakan berkualitas, peternak akan rugi. Terkecuali untuk ayam petelur pakannya bisa dicampur dengan jagung, dedak, konsentrat dengan takaran tertentu dan lainnya.

“Saya telah sampaikan pada pemda bahwa tidak penting kita membuat pabrik pakan kecil-kecil, namun kalau berpikir masa depan, pabrik pakan standar nasional perlu ada di daerah ini,” katanya.

Menurutnya, memungkinkan untuk didirikan pakan ternak di sini karena bahan bakunya tersedia, mulai dari jagung yang bisa disuplai dari Pulau Sumbawa hingga stok ikan yang banyak. Selama ini bahan baku pakan dikirim dari NTB ke Pulau Jawa dan dilakuka pengolahan disana dan didistribusikan ke sini lagi.

“Kalau ada pabrik pakan di sini, maka hematnya luar biasa peternak kita ini,” tambahnya.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply