Tak Penuhi Komponen, Sebanyak 2.828 KPM PKH di Loteng Dikeluarkan

Ilustrasi Kartu PKH (Global FM Lombok/langgam.id)

Praya (Global FM Lombok) – Sebanyak 2.828 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah dikeluarkan oleh sistem selama tahun 2019 dan awal tahun ini. Mereka dikeluarkan dari peserta KPM karena sudah tak memiliki komponen yang menjadi syarat penerima PKH. Adapun tahun 2020 ini, target yang dikeluarkan sebanyak 10 persen sesuai dengan target nasional.

“Ada proses pemutakhiran data, itu dilengkapi dengan data pendukung untuk mengetahui komponen. Misalnya ada yang tadinya anaknya masih sekolah di SMA, namun sekarang sudah menikah atau berhenti, itu artinya sudah tak memiliki komponen lagi,” kata Koordinator Kabupaten PKH Kabupaten Loteng, M.Luthfi kepada Global FM Lombok, Jumat (7/2).

Selanjutnya, ada banyak penerima PKH yang tidak lagi menjadi KPM lantaran ada perubahan kebijakan pemerintah pusat soal kreteria lansia penerima PKH. Dulunya warga yang sudah berusia 60 tahun ke atas dikategorikan lansia, namun sekarang usia minimal 70 tahun baru mendapat program tersebut.

Baca Juga : Perlu Ditiru, Karena Sudah Merasa Mampu, Sejumlah Penerima PKH di Loteng Mundur Secara Sukarela

“Saat ini kurang dari usia 70 tahun, dia tidak masuk menjadi lansia lagi, sehingga secara sistem juga menjadi non eligible,’ terangnya.

Ia mengatakan, setiap saat data penerima manfaat PKH ini bisa berubah lantaran banyak masyarakat yang sudah tak memiliki komponen yang menjadi syarat menerima program tersebut.

Saat ini penghentian secara sistem sudah tak bisa lagi dilakukan oleh pendamping PKH, namun harus melalui aplikasi operator yang berada di kabupaten.”Ini khusus untuk pemutakhiran data non eligible,” terangnya.

KPM yang bakal dicabut kepesertaannya di PKH tak dilakukan secara serta merta, namun ada proses tinjauan lapangan untuk memutakhirkan data. Misalnya pada saat pemutakhiran data sudah tidak memiliki komponen, akan ada penjelasan dari pendamping kepada KPM tersebut.

Baca Juga : Merasa Sudah Mampu, Belasan Penerima PKH di Loteng Keluar Secara Sukarela

Adapun jumlah KPM PKH di Loteng saat ini sebanyak 70.449. Jumlah ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, karena meskipun banyak yang digraduasi namun jumlah peserta baru juga tak kalah banyak.

Ada tiga komponen yang menjadi syarat penerima PKH yaitu komponen kesehatan yang dilihat dari apakah ada ibu hamil dalam keluarga tersebut atau ada anak usia 0 – 6 tahun. Kemudian komponen pendidikan dapat dilihat dari pendidikan PAUD, SD, SMP sampai dengan SMA serta komponen kesejahteraan sosial lanjut usia di atas 70 tahun dan penyandang disabilitas berat.

Baca Juga : Jika Sudah Mandiri, Sebaiknya Masyarakat Keluar Sebagai Peserta PKH

Di laman kemensos.id disebutkan bahwa Indeks bantuan sosial PKH terdiri dari dua jenis bantuan yakni Bantuan Tetap dan Bantuan Berdasarkan Komponen. Bantuan tetap setiap keluarga per tahun adalah Rp550 ribu dan PKH Akses Rp1 juta. Bantuan berdasarkan komponen setiap jiwa per tahun terdiri dari Ibu Hamil Rp2.400.000, Anak usia dini 0–6 tahun Rp2.400.000, SD/Sederajat Rp900.000, SMP/Sederajat Rp1.500.000, SMA/Sederajat Rp2.000.000, Penyandang Disabilitas Berat Rp2.400.000, Lanjut Usia 60 Tahun ke Atas Rp2.400.000. Bansos PKH diberikan 4 kali dalam satu tahun yakni pada bulan Januari, April, Juli, Oktober.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply