Persiapan Kereta Gantung Rinjani Terus Berproses

Madani Mukarom (Global FM Lombok/dok)

Mataram (Global FM Lombok) – Proses persiapan pembangunan sarana kereta gantung di Rinjani masih terus berlanjut. Saat ini masih dalam tahap izin persetujuan prinsip untuk melakukan kajian dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar kawasan untuk pembangunan sarana kereta gantung tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Madani Mukarom kepada Global FM Lombok mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti jadwal pembangunan fisik kereta gantung akan mulai dilakukan.

“Baru izin persetujuan prinsip, untuk melakukan kajian. Sudah koordinasi dan kita yang bawa ke pak gubernur. Sudah keluar dari DPMPTSP. Baru akan sosialsasi masyarakat setempat baru melebar ke kecamatan, kabupaten dan ke provinsi. Saat ini baru penyesuaian ruang terus nanti Amdal dan DED. FS (feasibility study) belum ada. Kata pakar geologi, ini merupakan gunung muda sehingga pencapaannya biaya cukup besar. Jadi banyak yang belum siap. Cuma ramai aja di media sosial,”ungkapnya.

Baca Juga : Kereta Gantung di Rinjani akan Buka Potensi Wisata Loteng Bagian Utara

Sementara terkait rencana pembangunan bulan Mei mendatang, Madani menyebut hanya goyunan dengan investor. Selain itu, rencana pembangunan kereta gantung ini juga bisa saja dibatalkan oleh investor. Karena pengusaha juga akan melakukan perhitungan untung rugi. Namun jika ini teralisasi, maka dinilai akan memberikan banyak dampak positif terutama bagi pariwisata di NTB.

“Mudah-mudahan harapan kita semua terwujud investornya juga menguntungkan. Tidak bisa kita paksakan investor untuk bangun. Ini kan bisnis, untung ruginya,”ujar Madani.

Diterangkannya, jika kereta gantung ini teralisasi akan menjadi satu – satunya di Indonesia. Rencana pembangunan kereta gantung ini sepanjang 10 KM. Jumlah kereta yang akan disiapkan nantinya yaitu sebanyak 100 kereta. Dengan jumlah ini, maka jumlah pengungjung Rinjani diprediksi hingga ribuan sehari.” Yang bergantungan paling 100 an. Nanti itu yang muter terus,”katanya.

Baca Juga : Pelaku Industri Pariwisata Minta Dibuatkan Jalur Baru Pendakian Rinjani

Seperti di negara – negara lainnya keberadaan kereta gantung juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga hutan. Sehingga pengawasan bisa lebih mudah karena bisa dipasangkan CCTV di setiap tiang kereta. Pengusaha juga ditekankan agar bisa ikut menjaga hutan. Sehingga selama pembangunan fisik, ditegaskan agar tidak membuat jalan. Melainkan, pembangunan yang dilakukan harus memaksimalkan penggunaan jasa helicopter.

“Mereka juga diwajibkan menjaga hutan, termasuk kita juga bebankan mereka untuk mengangkut sampah,”ungkapnya.

Untuk harga tiketnya nanti kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB ini, belum bisa diprediksi. Karena nantinya investor akan menghitung jumlah wisatawan yang menggunakan fasilitas tersebut.”Itu di FS itu kita dihitung. Diperhitungkan sekian yang naik, harganya. Kalau ingin dipenuhi 10 tahun break even point berarti sekian,”jelas Madani.(azm)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Komentar

  1. LHK : Konsep Kereta Gantung Rinjani Ramah Lingkungan | Global FM Lombok10 February 2020, 09:27 at 9:27 am

    […] Baca Juga : Persiapan Kereta Gantung Rinjani Terus Berproses […]

  2. Gubernur: Peduli Yatim, Refleksi Mencintai Rasulullah | Global FM Lombok5 February 2020, 08:36 at 8:36 am

    […] By: Global FMOn: 5 February 2020, 08:36 Gubernur: Peduli Yatim, Refleksi Mencintai RasulullahReviewed by Global FMonWednesday, February 5th, 2020.This Is Article AboutGubernur: Peduli Yatim, Refleksi Mencintai RasulullahMataram (Global FM Lombok) – Mencintai Anak Yatim Piatu Bararti Mencintai Rasulullah SAW. Karena Rasulullah SAW sangat mencintai anak yatim. Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Yatim “Mi’raajus Shibyan” di Lingkungan Karang Panas, Ampenan Selatan, Selasa (4/2) kemarin. Gubernur mengingatkan, peduli kepada anak yatim piatu merupakan […]Prev […]

Leave a Reply