P3E Wilayah Bali Nusra : Banyak Lahan Berubah Fungsi, Sehingga Berdampak Negatif

Wakil Gubernur NTB (Global FM Lombok/ris)

Mataram (Global FM Lombok) – Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd menerima audiensi Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) wilayah Bali dan Nusa Tenggara, di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTB, Kamis (30/1/20).

P3E wilayah Bali dan Nusa Tenggara merupakan bagian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang khusus memberikan hasil kajian tentang pengelolaan dan pemanfaatan lahan di tiga wilayah NTB. Wilayah yang diteliti tersebut antara lain, Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu. P3E wilayah Bali Nusa Tenggara selama ini berkantor di Bali.

Wakil Gubernur NTB yang akrab disapa Umi Rohmi itu menyambut baik kedatangan P3E dan mengapresiasi hasil kajian dan penelitian yang dilakukannya selama ini.

“Ini sangat bagus kajiannya sudah sangat lengkap, bisa menjadi rujukan untuk kebijakan dan harus di tindaklanjuti. Kita tidak bisa menunggu lagi, jangan main-main lagi dengan masalah lingkungan, masalah fungsi hutan. Ini harus menjadi perhatian yang serius” lanjut Umi Rohmi.

Wagub pun berharap dengan hasil kajian ini nantinya dapat ditindaklanjuti juga bisa memberikan edukasi kepada warga NTB secara keseluruhan.

“Masyarakat butuh diedukasi lagi dan lagi. Kita butuh impelementasi dan konsistensi yang sungguh-sungguh. Agar masalah lingkungan ini menjadi top priority bagi masyarakat NTB. Lingkungan hidup adalah investasi jangka panjang kita, bukan hanya untuk saat ini” tegasnya.

Hasil kajian P3E wilayah Bali dan Nusa Tenggara sendiri menyatakan bahwa ditemukan banyak lahan yang digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya.

Salah seorang peneliti P3E wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Rizalluzaman pada kesempatan itu menyampaikan bahwa di sebagian Pulau Sumbawa telah terjadi perubahan fungsi lahan secara besar-besaran sehingga berdampak negatif.

“Kita menyampaikan kajian dimana hasilnya terjadi perubahan fungsi lahan yang besar. Dimana fungsi lahan lindung menjadi budidaya, dan lahan lindung menjadi penyangga, sehingga berkontribusi besar terhadap terjadinya erosi yang luar biasa dan bencana, utamanya banjir dan longsor” jelasnya

Erosi yang terjadi mulai dari erosi ringan, sedang hingga berat. Sehingga kondisi ini akan berakibat pada pendangkalan di sungai, “Lahan juga akan tandus sehingga tidak bisa lagi ditamani apa-apa kedepannya” tambahnya.

Rizalluzaman menilai bahwa Pemerintah Provinsi sangat welcome dan akan langsung menindaklanjuti hasil penelitian yang sudah diserahkan.

“Alhamdulillah respon bu Wagub sangat luar biasa. Beliau mengapresiasi dan akan langsung mengadakan suatu forum untuk menindaklanjuti hasil kajian, dan akan dipimpin langsung oleh beliau” lanjut Rizalluzaman.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

1 Komentar

  1. Awal Tahun, Lahan Pertanian yang Alami Kekeringan Mencapai 823 Hektare | Global FM Lombok5 February 2020, 09:11 at 9:11 am

    […] Baca Juga : P3E Wilayah Bali Nusra : Banyak Lahan Berubah Fungsi, Sehingga Berdampak Negatif […]

Leave a Reply