Disperindag Sulit Kendalikan Harga Bapok

Sri Suzana (Global FM Lombok/jun)

Dompu (Global FM Lombok) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Dompu, sulit mengendalikan gejolak harga bahan pokok di wilayah ini. Selain karena tak adanya pasar alternatif sebagai penyeimbang, ketergantungan pedagang pada pemasok luar daerah jadi pemicu utamanya.

Kadisperindag Dompu, Hj. Sri Suzana, M.Si, kepada Global FM Lombok, Rabu (15/1) mengakui, terjadinya lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok khususnya bumbu dapur tersebut. Namun demikian, pihaknya tak bisa berbuat banyak meski persoalan itu dikeluhkan konsumen. “Masalahnya di sini ndak ada pengendalian, ndak ada penyeimbang dari pemerintah seperti pasar alternatif misalnya,” ungkap dia.

Untuk melengkapi fasilitas tersebut agar gejolak harga tidak lagi terjadi, menurutnya cukuplah berat. Karena sepenuhnya akan dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang notabene sangat terbatas. Sementara dari kementerian tak ada alokasi anggaran khusus untuk program ini.

Baca Juga : Harga Ayam, Tomat, Cabai dan Bawang Naik Signifikan

Ditegaskan, Sri Suzana, harga sejumlah kebutuhan pokok ini sebetulnya sangat mudah dimainkan para pemasok. Sebab pengecer yang ada sebagian besar bergantung pada hasil pertanian luar daerah. “Kalau di sini kan sedikit sekali yang mau bertani cabai dan kebutuhan pokok lain,” ujarnya.

Alternatif terbaik yang akan coba dibangun di tahun 2020 ini, antara lain yakni berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) agar mendorong petani lokal mulai menanam kebutuhan pokok tersebut ditengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat ini. Disamping itu mengajak setiap rumah tangga memanfaatkan halaman rumah masing-masing  untuk menanam cabai, tomat dan sejenisnya supaya harga tetap terkendali.

“Kalau harga naik sementara pembeli kurang karena menanam sendiri pasti harga ini akan turun dengan sendirinya,”  jelas dia.

Baca Juga : Harga Tomat Melonjak

Informasi yang dihimpun Global FM Lombok sebelumnya, Stok kebutuhan Bahan Pokok (Bapok) di Dompu, aman sebulan terakhir ini. Akan tetapi, harga penjualannya justru melambung tinggi. Hal tersebut lantas dikeluhkan sejumlah konsumen.

Salah seorang diantaranya, Nuriati (30). Pengusaha warung makan asal Dorompana Kelurahan Kandai I ini mengaku heran akan kenaikan secara tiba-tiba harga sejumlah kebutuhan bahan pokok khususnya bumbu dapur tersebut. Padahal, stok yang tersedia di Pasar Induk normal seperti hari-hari biasa. “Kalau harga naik biasanya karena barang sulit kita dapat. Nah sekarang stoknya ada tapi harganya justru tinggi,” ungkapnya saat ditemui Global FM Lombok di Pasar Induk, Minggu (12/1). (jun)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply