Diduga Jadi Korban Pembobolan ATM, Rp 196 Juta Raib

Ilustrasi ATM (Global FM Lombok/pxhere)

Giri Menang (Global FM Lombok) – Mantan kepala desa (Kades) di Lombok Barat (Lobar) M. Ansharudin diduga menjadi korban pembobolan ATM. Mantan Kades di Kuripan ini harus kehilangan uang Rp 196 juta lebih dari rekeningnya. Korban pun mempertanyakan tanggung jawab dari perbankan untuk mengembalikan  uangnya, sebab beberapa bulan kasus ini menimpanya uangnya tak kunjung diganti.

M. Ansharudin mengakui kejadian apes ATM nya dibobol terjadi tanggal 2 November 2019 lalu saat mengambil uang di ATM Bank BRI wilayah Kediri. ‘’ATM saya saat itu ketelan di mesin ATM, uang saya Rp 196.700.000 habis diambil (dibobol) dari ATM saya yang ketelan. Jadi saya menuntut ganti rugi dari pihak bank,’’ ujarnya, Selasa (14/1).

Dijelaskan, saat kejadian itu ia hendak mengambil uang ke mesin ATM di wilayah Kediri. Namun apes, ATM nya tertelan sebelum memencet menu di mesin ATM tersebut. Mengetahui ATM-nya tertelan ia pun langsung menghubungi call center BRI, namun saat itu ia tak punya pulsa, sehingga ia melapor ke kantor unit Kediri. Pihak security pun menerangkan bahwa kalau tertelan ATM maka otomatis diblokir. Atas penjelasan itu ia pun sedikit tenang.

Ia pun diminta kembali dengan membawa KTP dan buku tabungan. Namun pihak BRI menganggap kalau dirinya tak melapor ke call center, padahal dirinya sudah melapor dan diminta oleh petugas security cukup membuat ATM baru.

Baca Juga : Satpam Diduga Curi Laptop Penghuni Kos

Alangkah kagetnya ia mengetahui uangnya sudah dikuras habis ketika mengurus pembuatan ATM baru dan berencana menarik uang tunai Rp90 juta. Sambil mengurus penarikan tunai ia pun sekalian membuat ATM. Ia pun melaporkan kejadian yang menimpanya. Pihak petugas bank pun membuat ATM nya.

Setelah ATM nya selesai dibuat, ia pun langsung mengecek saldo di mesin ATM di kantor unit tersebut. ‘’Tahu-tahu nya setelah saya cek saldo saya tersisa Rp 125 ribu,’’ akunya. Ia pun buru-buru masuk lagi melapor kan bahwa uangnya sudah habis dikuras. Ternyata setelah diprint out buku tabungannya oleh petugas bank, uangnya diambil puluhan kali penarikan pada malam hari saat ATM nya tertelan. Akhirnya ia diarahkan ke Pimpinan Cabang Bank BRI Kediri dan difasilitasi melapor ke call center pusat. ‘’Saya diminta menunggu 20 hari kerja, saya langsung melapor hari itu juga,’’ ujarnya.

Saat ini pihaknya menunggu itikad baik penggantian uangnya. Karena ia merasa menjadi korban. Senin (13/1) ia sudah difasilitasi bertemu dengan Kepala BRI Unit Kediri, bagian Personalia dan pihak BRI Mataram. Hasilnya kata dia, korban akan difasilitasi ke BRI pusat untuk proses penggantiannya. Sedangkan penanganan di kepolisian sejauh ini tengah berlangsung.

Baca Juga : Pemberantasan Narkoba, ATM Sabu Bukan Modus Baru

Sementara itu, Kepala Cabang Unit bank BRI Kediri, Sinung membenarkan adanya persoalan nasabah  mantan Kades tersebut. Penanganan masalah ini kata dia tengah dalam proses. “Itu masih  dalam proses,’’ katanya. Pihaknya sudah memfasilitasi pertemuan antara nasabah dengan pihak terkait. Pihaknya tidak diam dalam menangani persoalan ini, rencananya besok akan dilakukan pertemuan lagi dan hasilnya dikirim ke Jakarta.

Ia menegaskan terus menindaklanjuti persoalan ini. Menurut dia butuh waktu untuk proses penanganan masalah ini. Karena ada beberapa macam kasus ada yang berat dan ringan. Penanganannya pun memiliki waktu tertentu, tidak semua kasus sama waktu penangananya dan tidak melihat besaran uang nasabah.  ‘’Yang jelas kami terus tindaklanjuti,’’ katanya. (her)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply