Warga Pesisir Diminta Waspadai Gelombang Pasang

Nelayan di pantai Penghulu Agung, Kelurahan Ampenan Selatan membersihkan sampan miliknya, Rabu (8/1). BPBD mengimbau masyarakat di pesisir Pantai Ampenan mewaspadai abrasi dan banjir rob sewaktu – waktu bisa terjadi. (Global FM Lombok/cem)

Mataram (Global FM Lombok) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan akan terjadi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan. Ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter lebih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mengimbau masyarakat yang berada di pesisir pantai Ampenan mewaspadai abrasi dan gelombang pasang atau banjir rob.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Mahfuddin Noer menyampaikan, prakiraan cuaca BPBD selalu mengacu pada update dari BMKG. Untuk satu pekan kedepan mulai dari 6 -12 Januari di selat Lombok ketinggian gelombang diperkirakan 2,3 – 3 meter. Meskipun, selama dua hari belakang ini angin kencang mulai meredup.

Diakui, gelombang pasang di wilayah pesisir pantai Ampenan terjadi abrasi di Lingkungan Mapak. Abrasi dipicu hempasan ombak dan termasuk kawasan yang landai. Mapak dinilai sebagai kawasan rawan abrasi setiap tahunnya.

Baca Juga : Penyeberangan Kapal Cepat Bali-Tiga Gili Ditutup Sementara Akibat Cuaca Buruk

Berbeda dengan pantai yang berada di Loang Baloq, Ampenan dan lain sebagainya memiliki tanggul dan jetty untuk menghalangi gelombang langsung ke daratan. “Beda dengan di utara ada tanggul dan jetty,” kata Mahfuddin.

Mahfuddin mengatakan, sejauh ini belum terpantau adanya tanda – tanda gelombang pasang di pesisir pantai. Meskipun demikian, bencana tahunan tersebut perlu diantisipasi sejak dini. Kalaupun terjadi gelombang pasang akan dilakukan evakuasi terhadap warga yang tinggal dekat dengan pantai. “Terutama warga tinggal di pesisir akan kita evakuasi,” tandasnya.

Kesiapan personel tetap disiagakan setiap hari memantau kondisi cuaca. Patroli rutin dilakukan setiap hari memantau cuaca baik sebelum hujan maupun setelah hujan. Pengalamannya pasti ada pohon tumbang dan genangan di beberapa titik tertentu.

Baca Juga : Cuaca Buruk Akibatkan Truk Terbalik Dalam Kapal

Atas kondisi cuaca ekstrem saat ini, Mahfuddin mengimbau nelayan tidak melaut pada saat ombak besar dan angin kencang. Demikian pula, masyarakat yang berada di pemukiman maupun beraktivitas di pusat kota supaya menghindari pohon tumbang dan tidak berteduh di bawah papan reklame. “Kita minta masyarakat waspada saat cuaca ekstrem,”demikian kata dia. (cem)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply