Pelaku Industri Pariwisata Minta Dibuatkan Jalur Baru Pendakian Rinjani

Kadisbudpar NTB Lalu M. Faozal (Global FM Lombok/dok)

Mataram (Global FM Lombok) – Pelaku industri parwisata seperti trekking organizer (agen wisata pendakian) disebut meminta alternatif jalur baru untuk aktifitas pendakian Gunung Rinjani. Hal tersebut khususnya untuk menambah disparitas yang ditawarkan bagi wisatawan untuk wisata minat khusus tersebut.

“Sudah kita rekomendasikan bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) di Aik Berik, kemudian naik, dan akan bertemu jalur-jalur lain di sana,” ujar Kepala Dinas Pariwisata  NTB, H. L. Moh. Faozal,  Rabu (8/1) di Mataram.

Selain itu, Dispar NTB juga telah mengusulkan jalur pendakian dari Desa Tetebatu, Lombok Timur, menuju jalur Gunung Sangkareang hingga ke Pelawangan, Rinjani. “Nanti kita ambil dari (air terjun) Jeruk Manis. Itu yang sudah kita usulkan,” ujarnya.

Diterangkan Faozal seluruh rekomendasi penambahan jalur alternatif tersebut merupakan upaya dari Dispar NTB mengakomodir keinginanan pelaku parwisata.

Baca Juga : Ternyata Sesaot Narmada Jadi Jalur Pendakian ke Rinjani Zaman Dulu, Begini Ceritanya

Khususnya terkait penawaran yang bisa diberikan kepada pengunjung.

“Semakin banyak jalur (pendakian), semakin banyak ruang teman-teman melakukan promosi,” ujarnya.

Walaupun begitu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada BTNGR selaku pengelola kawasan. “Taman Nasional tidak mungkin secepat itu membuka jalur. Perlu ada pengkajian soal safety (keamanan) dan pertimbangan-pertimbangan lain,” sambungnya.

Terkait jalur pendakian menuju Gunung Sangkareang sendiri, disebut Faozal telah lama digunakan oleh masyarkaat setempat. Namun jalur tersebut belum dibuka menjadi jalur resmi sampai saat ini.

Untuk itu, Dinas Pariwisata dan pelaku pariwisata yang berkegiatan di sekitar kawasan disebut bersedia melakukan survei bersama BTNGR seandainya jalur tersebut benar-benar dibuka.

 “Yang membawa tamu itu orang-orang pariwisata, yang jual pasti orang-orang pariwisata. Mereka (BTNGR, Red) yang akan membuka, kita yang akan jual untuk jalur itu,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah Kepala BTNGR, Dedy Asriady, menerangkan pihaknya akan membicarakan terlebih dahulu permintaan jalur alternatif dari beberap apihak tersebut. Dirinya sendiri menyebut bahwa beberapa pelaku usaha trekking organizer telah mengajukan permintaan serupa kepada pihak BTNGR.

Baca Juga : Mulai 1 Januari, Pendakian Rinjani Ditutup Tiga Bulan

Walaupun begitu, Dedy menekankan bahwa BTNGR selaku pengelola kawasan dalam hal ini akan mengedepankan kolaborasi. Dimana pelaku industri parwisata diminta untuk menunjukkan secara aktif lokasi jalur-jalur yang direkomendasikan untuk kemudian dilakukan survei bersama-sama.

Untuk itu, pihak BTNGR disebut akan memanggil pihak-pihak terkait guna mengambil keputusan untuk bersama. “Saya memahami pendakian gunung Rinjani menjadi jantung untuk roda perekonomian masyarakat. Termasuk untuk penginapan, homestay, kuliner. Karena itu, semua keputusannya harus bersama,” ujar Dedy.

Di sisi lain, salah satu jalur pendakian yang memiliki potensi menarik adalah melalui Desa Sesaot, Narmada, Lombok Barat yang melewati beberapa titik. Antara lain Bunut Ngengkang, Buak Odak, Jurang Peken pada kilo meter ke-20, Lingkok Dangko’, Senaos, Senitik, Gunung Anak Dare hingga sampai ke Gunung Sangkareang sama seperti melewati jalur air terjun Jeruk Manis. Setelah itu, sekitar 2 Km kemudian akan masuk ke Pelawangan, pintu masuk ke kawah Gunung Rinjani. (bay)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

1 Komentar

  1. Destinasi Wisata di Kaki Rinjani, Desa Mas Mas Berharap Bantuan Sarana | Global FM Lombok15 January 2020, 14:27 at 2:27 pm

    […] Baca Juga : Pelaku Industri Pariwisata Minta Dibuatkan Jalur Baru Pendakian Rinjani […]

Leave a Reply