Sertifikasi Pra Nikah, Loteng Dijatah 400 Pasangan

Praya (Global FM Lombok) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mendapat alokasi sebanyak 400 pasangan untuk program sertifikasi pra nikah ditahun 2020 mendatang. Alokasi tersebut nantinya akan dibagi secara proporsional ke semua kecamatan. Berdasarkan jumlah pernikahan di masing-masing kecamatan.


Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Loteng, Drs. H. Jalalussayuthy, SS.M.Pd., Jumat, 20 Desember 2019 mengatakan pemerintah pusat berencana menerapkan sertifikasi pra nikah bagi setiap pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan.

Namun dengan melihat alokasi yang ada kemungkinan program tersebut belum akan diterapkan secara menyeluruh di tahun 2020 mendatang.

Loteng sendiri sebenarnya sudah sejak tiga tahun yang lalu menerapkan sertifikasi pra nikah. Dengan nama program bina perkawinan. Sasarannya pun sama, pasangan pra nikah. Hanya saja, bina perkawinan tidak menjadi syarat bagi pasangan yang hendak menikah. Sementara sertifikasi pra nikah nantinya akan dijadikan persyaratan bagi pasangan yang hendak menikah.

“Tapi sampai saat ini kita belum memperoleh petunjuk pelaksaan terkait program sertifikasi pra nikah tersebut dari pemerintah pusat. Jadi kemungkinan program sertifikasi pra nikah belum akan diterapkan secara menyeluruh tahun 2020 mendatang,” ujarnya.

Dalam artinya, program sertifikasi pra nikah tetap akan berjalan. Namun tidak menjadi syarat untuk bisa melangsungkan pernikahan. Karena pada prinsipnya, pernikahan tetap bisa dilaksanakan oleh setiap pasangan. Asalkan sudah memenuhi syarat usia dan ketentuan yang ada.


“Sertifikasi pra nikah itu nantinya akan menjadi syarat bagi setiap pasangan yang baru menikah untuk bisa memperoleh buku nikah. Tetapi kalau soal pernikahannya, bisa dilaksanakan oleh semua pasangan yang sudah memenuhi syarat usia serta ketentuan yang ada lainnya,” paparnya.

Data di Kemenag Loteng menunjukkan, dalam dua tahun terakhir angka pernikahan di Loteng cukup tinggi. Di tahun 2018 saja, tercatat ada 9.800 pernikahan di Loteng. Sedangkan tahun ini, sampai bulan November angka pernikahan sudah menyentuh angka 8.800. Dengan pernikahan terbanyak di tiga Kecamatan. Masing-masing Kecamatan Praya, Pujut serta Jonggat.

Ketiga kecamatan itulah yang nantinya akan memperoleh alokasi program sertifikasi pra nikah terbanyak. “Kalau kecamatan yang lain alokasi untuk program sertifikasi pra nikah sebanyak 25 pasangan. Sementara Kecamatan Pujut, Praya dan Jonggat, disiapkan alokasi sampai 50 pasangan,” timpalnya. (kir)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply