2020, ITDC Genjot Investasi 10.000 Kamar Hotel


Ilustrasi pembangunan hotel di Kawasan Mandalika (Global FM Lombok/ist)

Mataram (Global FM Lombok) – Percepatan pembangunan menyambut gelaran MotoGP 2021 di KEK Mandalika terus dilakukan. Selama satu tahun, sepanjang 2020 mendatang, pembangunan fasilitas untuk atraksi dan aksesibilitas, serta fasilitas penunjang seperti hotel dan lain-lain akan menjadi prioritas.

Komisaris ITDC, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menerangkan bahwa berbagai percepatan tersebut diutamakan terwujud untuk investor yang telah menandatangani Land Utilization and Development Agreement (LUDA). Terutama untuk pengembangan distrik entertainment & sport terpadu seluas 131 hektare di The Mandalika.

‘’Karena 2021 itu momentumnya, (maka) 2020 ITDC akan jibaku luar biasa. Selain investor/tenan menyelesaikan rencana investasinya, juga disiapkan infrastruktur dan SDM untuk di kawasan,’’ ujar Gita saat dikonfirmasi, Rabu, 18  Desember 2019 di Mataram. Pengembangan disebut akan mengikuti master plan yang telah disusun untuk KEK Mandalika.

Gita menerangkan bahwa berdasarkan rencana yang telah disusun, sepanjang 2020 ITDC akan mengupayakan terwujudnya 10.000 kamar hotel yang akan mengakomodir potensi wisatawan yang mencapai 300.000 orang per tahun. Jumlah kamar hotel tersebut akan didukung juga dengan rumah-rumah warga yang dialih-fungsikan menjadi rumah singgah.

‘’Nanti ada bagian yang di sebelah barat itu sebagai mixing arena. Ada untuk hotel-hotel bintang tiga dam UMKM bisa di sana,’’ ujar Kepala DPMPTS NTB tersebut. Menurut Gita, percepatan yang akan dilakukan ITDC tetap akan mementingkan kepentingan publik dan pengusaha kecil.

Dicontohkannya seperti pembangunan awal di KEK Mandalika yang mengutamakan area publik seperti masjid, pembenahan areal pesisir pantai dan lapak untuk UMKM. ‘’Itu bentuk dari pro (dukungan, Red) kita terhadap publik dan pengusaha kecil,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc juga bertemu dengan Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, dan para investor untuk membahas proyek The Mandalika, di Bukit Merese, Selasa, 17 Desember 2019. Dalam kesempatan tersebut Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul itu menegaskan bahwa NTB merupakan provinsi yang ramah investasi.

Sebagai informasi, ada delapan investor yang tergabung dalam proyek The Mandalika. Diantaranya. Djarum Group, Ciputra Group, Rajawali Group, Salim Group, Metro Group, Mandalika Jaya bersama, Vinci PP Property dan Hotel Indonesia Natour.

Diterangkan Dr. Zul visi NTB Gemilang yang menjadi tujuan pemerintah provinsi saat ini dapat dicapai dengan menjamin investasi dan komunikasi bisnis dengan berbagai pihak. “Kami akan melakukan apa saja untuk memastikan bahwa teman-teman investor nyaman dan tidak ada kesulitan untuk hadir melakukan aktivitas bisnis di NTB ini,” ujarnya saat dikonfirmasi di Mataram, Rabu, 18  Desember 2019.

Walaupun begitu, seluruh kemudahan dan komunikasi yang dibangun dengan investor utamanya diminta agar memberikan dampak bagi masyarakat NTB sendiri. Baik bagi peningkatan kualitas SDM maupun peningkatan ekonomi masyarakat secara umum.

“Kita tidak ingin ketika nanti Mandalika menjelma menjadi satu kawasan yang penuh dengan hotel berbintang, tapi anak-anak kami tidak mampu menikmati alamnya sendiri,” pungkasnya. (bay)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply