Pesan Presiden Jokowi, NTB Harus Fokus Sambut MotoGP 2021

Presiden Joko Widodo, saat mengunjungi Kawasan Mandalika, Lombok, belum lama ini. (Global FM Lombok/ist)

Mataram (Global FM Lombok) – Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) meminta NTB menyiapkan diri menyambut gelaran MotoGP 2021 yang akan dilaksanakan di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.

Pemerintah Pusat memberikan perhatian yang serius untuk pengembangan sektor pariwisata NTB khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan menjadi venue utama perhelatan MotoGP 2021.


‘’Selain memberikan perhatian pada pariwisata. Pak Jokowi berpesan kepada kita untuk fokus memperbaiki dan menyiapkan diri menghadapi MotoGP Mandalika. Jadi Mandalika, Mandalika, Mandalika, fokus ke sana,’’ kata Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dikonfirmasi usai karnaval budaya memperingati HUT NTB ke-61 di depan Lapangan Sangkareang Kota Mataram, Selasa, 17 Desember 2019.
Gubernur didampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Kapolda NTB, Irjen Pol Nana Sudjana, Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani dan sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB.

Gubernur mengatakan, injeksi bantuan dari Pemerintah Pusat untuk pembangunan KEK Mandalika sebagai lokasi pelaksanaan MotoGP 2021 sangat luar biasa. Mulai Januari tahun depan, sejumlah proyek strategis untuk mendukung KEK Mandalika sebagai tuan rumah MotoGP mulai dibangun.

Mulai dari perpanjangan runway atau landasan pacu Lombok Internastional Airport (LIA), pembangunan jalan by pass LIA-KEK Mandalika, pembangunan rumah sakit internasional di sekitar KEK Mandalika dan pembangunan sirkuit MotoGP.

Selain mempersiapkan diri menyambut MotoGP 2021, gubernur yang akrab disapa Dr. Zul ini mengatakan, Pemprov terus menggalakkan program industrialisasi. Ia mengatakan, NTB harus mulai bergerak dari sektor pertanian ke penciptaan nilai tambah lewat industrialisasi.

Dengan pengembangan industrialisasi, kata Dr. Zul, bukan berarti NTB meninggalkan sektor pertanian. Industrialisasi penting karena marginal productivity of labor atau produk marjinal tenaga kerja di sektor pertanian nol dan negatif.

Dr. Zul memberikan contoh, dalam satu hektare lahan pertanian dikerjakan oleh 10 orang menghasilkan produksi sebesar 10 ton. Apabila ada tambahan tenaga kerja di sektor pertanian akibat bertambahnya jumlah penduduk menjadi 15 orang. Hal itu tidak akan meningkatkan hasil produksi pertanian. Produksinya tetap 10 ton dalam satu hektare.

“Bahkan tambahan tenaga kerja akibat pertumbuhan penduduk jadi 20 orang. Hasilnya bukan jadi lebih baik, tapi tambah menurun. Kelebihan tenaga kerja ini ang harus diserap oleh sektor yang lain,’’ kata Dr. Zul.

Sehingga, industrialisasi menjadi pilihan. Ia mengatakan industrialisasi bukan merupakan konsep baru. Sehingga sudah saatnya NTB berani menggalakkan industrialisasi.

‘’Dan kita sudah lihat tadi, kita sudah punya mesin yang sederhana untuk meningkatkan produktivitas dan lain-lain,’’ kata gubernur.

Dalam puncak peringatan HUT NTB ke-61 juga dilakukan ekspor perdana puluhan ton manggis dan kopi asal NTB. Menurut gubernur, ekspor memang penting. Tetapi ke depan, akan lebih bagus lagi apabila manggis dan kopi NTB dapat diolah.

‘’Bukan lagi sekedar manggis dan kopi. Tapi harus menghasilkan produk-produk yang memiliki nilai tambah. Misalnya, kopi sudah mulai harus diolah. Kemudian manggis juga mulai diolah,’’ tandasnya. (nas)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply