Kerusakan Lingkungan jadi Sorotan di HUT NTB ke 61

Gubernur NTB Dr H Zulkiefimansyah (Global FM Lombok)

Mataram (Global FM Lombok)- Gubernur NTB Dr.H Zulkiefimansyah mengatakan, momentum HUT NTB ke-61 bisa dijadikan penanda waktu untuk merenungkan kembali tantangan apa yang akan dihadapi di masa depan. Selain mempersiapkan agenda-agenda besar, tahun depan, Provinsi NTB masih akan berhadapan dengan sejumlah tantangan yang tidak kalah menggelisahkan, salah satunya kerusakan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan pidato HUT NTB di Rapat Paripurna DPRD NTB yang digelar, Senin (16/12).  Ia mengatakan, kerusakan lingkungan telah melahirkan banyak sekali mudarat yang merugikan masyarakat dan daerah. “Di musim kemarau kita dihadapkan pada suhu yang begitu menyengat, dan air bersih yang semakin terbatas. Sementara di musim hujan, kita terancam oleh banjir, longsor dan cuaca buruk,” terangnya.

Untuk menyikapinya, pemerintah dan masyarakat tidak memiliki pilihan lain selain memperbaiki apa yang telah kita rusak: alam kita. “Hutan dan pohon-pohon yang kita tebang, harus kita tumbuhkan lagi. Tidak ada orang lain yang wajib bertanggung jawab atas kerusakan ini selain diri kita sendiri. Jika kita tidak mau melakukannya, alam akan memaksa kita untuk mempertanggungjawabkannya,”ujar Gubernur.

Karena itulah pemerintah dan warga NTB kata Gubernur wajib menjadikan pemulihan lingkungan sebagai prioritas. Kaitan dengan hal ini, Peprov NTB telah melakukan pencanangan gerakan NTB Hijau, di Dusun Kayu Madu, Desa Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Kamis, 12 Desember 2019 lalu.

“Kita berharap gerakan ini menjadi awal baru dari upaya-upaya sebelumnya yang telah dilakukan untuk memulihkan lingkungan kita. Mari kita tanamkan dalam relung keyakinan kita yang paling dalam, bahwa merusak alam, mencemari alam, adalah perbuatan hina yang berdampak buruk pada banyak orang”tambahnya.

Dalam meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup, Pemprov NTB lanjut Gubernur  akan terus mendorong program-program unggulan seperti Tata Ruang Berkelanjutan, NTB zero waste, bank sampah, penataan geopark, taman asri, dan hutan produktif.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

1 Komentar

  1. Butuh Dana 6,3 Triliun untuk Tangani Kawasan Kumuh di NTB | Global FM Lombok18 January 2020, 08:18 at 8:18 am

    […] Baca Juga : Kerusakan Lingkungan jadi Sorotan di HUT NTB ke 61 […]

Leave a Reply