Sampai Juli 2019, Kematian Ibu Melahirkan di Loteng Capai 15 Kasus

ILUSTRASI (Indopos/ist)

Praya (Global FM Lombok)- Dinas Kesehatan (Dikes)  Kabupaten Lombok Tengah mencatat, kasus kematian ibu melahirkan hingga bulan Juli 2019 di Lombok Tengah sebanyak 15 kasus. Jumlah itu terbilang tinggi jika dibandingkan dengan kasus kematian ibu melahirkan di sepanjang tahun 2018 lalu yakni sebanyak 25 kasus.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dikes Lombok Tengah,  Kusriadi,  Rabu (3/7). Menurut dia,  kasus kematian ibu melahirkan ini sedang berupaya untuk ditekan agar jumlahnya terus menurun. Sehingga penyebab dari kematian ibu ini akan dibedah untuk mengetahui akar permasalahannya. Selain itu,  jalan keluar dari masalah ini akan dicari oleh pihak-pihak terkait, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait hingga Puskesmas dan juga Polindes.

“Sampai bulan Juli 15 kasus. Ini yang sedang kita tekan.  Kasus yang 8 itu kita akan bedah sebabnya dengan OPD terkait hingga tingkat puskesmas. Ini untuk penguatan komitmen semua pihak.  Kalau mau dirujuk,  bantu jangan dihalangi. Rumah sakit juga welcome sama pasien”,katanya.

Dia menerangkan, komitmen semua pihak akan dikuatkan demi mencegah terjadinya kematian ibu melahirkan. Dia juga mengatakan,  Lombok Tengah pada tahun ini menjadi daerah percontohan penurunan kematian ibu dan bayi bersama 120 Kabupaten Kota di Indonesia.  Oleh sebab itu,  sarana prasarana dan fasilitas pendukung untuk menurunkan kasus kematian ibu dan bayi ini akan ditambah. Adapun anggarannya akan dibantu oleh pemerintah pusat. Fasilitas itu diantaranya adalah tambahan kendaraan transfusi darah sehingga bisa keliling ke desa-desa saat dibutuhkan transfusi darah. (dha) –

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply