BBPOM Mataram Masih Temukan Kerupuk dan Mie Basah Mengandung Boraks

Pedagang Takjil di Mataram (globalfmlombok.com/dok)

Mataram (Global FM Lombok)- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram masih menemukan bahan berbahaya seperti boraks di dalam produksi kerupuk dan mie basah di Pulau Lombok. Namun penemuan bahan berbahaya pada bahan pangan ini diklaim sudah mulai menurun jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kepala BBPOM di Mataram Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih kepada Global FM Lombok, Kamis (13/06) mengatakan, selama Ramadhan kemarin pihaknya bersama tim terpadu rutin memantau takjil dan bahan pangan yang dijual kepada masyarakat. Hasilnya dari 354 sampel yang diambil di sejumlah titik penjualan takjil dan pasar, hanya empat sampel yang positif mengandung boraks. Kandungan boraks ditemukan pada kerupuk dan mie basah.

“Jadi sampel kemarin itu 354, hanya empat yang mengandung takjil berbahaya. Bisanya mengandung bahan berbahaya pada kerupuk dan mie basah yang mengandung boraks,” kata Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, Kamis (13/06) .

Ia mengatakan, BBPOM di Mataram bersama pemerintah daerah akan fokus melakukan pembinaan di produsen kerupuk dan mie basah yang masih menggunakan campuran berbahaya tersebut. Pembinaan dilakukan agar mereka tak lagi manggunakan boraks dalam memproduksi makanan. Nantinya mereka akan diarahkan untuk menggunakan bahan lain yang aman untuk dikonsumsi.

Selama ini kata Suarningsih, tim terpadu sudah cukup sering melakukan kegiatan di lapangan untuk mencegah penjualan boraks kepada produsen makanan, namun mereka masih main kucing-kucingan dengan tim terpadu. Jika pelaku UMKM tetap bandel dan terus menggunakan boraks, BBPOM akan membawanya ke ranah hukum.(ris)

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply