Kasus Rabies di NTB, Gigitan HPR Masih Terjadi, Hingga Maret 1.138 Orang Digigit

dr. Nurhandini Eka Dewi

Mataram (Global FM Lombok)- Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) masih banyak terjadi di sejumlah kabupaten/kota di NTB. Data Dinas Kesehatan Provinsi NTB, hingga per tanggal 25 Maret 2019 lalu, jumlah kasus gigitan HPR mencapai 1.138 orang dan enam orang meninggal dunia.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi kepada Global FM Lombok Kamis (28/3) di Mataram. Ia menyebutkan, HPR yang dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan di Balai Besar Veteriner Denpasar yaitu mencapai 63 ekor. Puluhan ekor HPR ini lebih banyak ditemukan di Kabupaten Dompu dengan jumlah 54 ekor.

“Ada 1.138 orang yang digigit oleh anjing ya, sementara yang positif rabies anjingnya itu ada 63 ekor.Paling banyak ditemukan di Dompu sebanyak 54, Sumbawa yang positif ada lima, di Bima ada empat yang positif, tidak ada tambahan.” kata Nurhandini Eka Dewi, Kamis (28/3).

Sementara untuk vaksin kata dr. Eka, pihaknya sudah mengeluarkan sebanyak 4.600 vaksin. Vaksin ini sudah diberikan kepada 3.444 orang di Kabupaten Dompu dan 400 di Kabupaten Sumbawa. Selain itu juga, Dinas Kesehatan Provinsi NTB membagikan semua vaksin kepada kabupaten/kota yang lain. Sehingga jika terjadi gigitan, maka koban bisa langsung diberikan vaksin.

Dinas Kesehatan juga tetap menyiapkan persediaan stok. Sehingga jika terjadi gigitan HPR, pihaknya bisa langsung mendistribusikan vaksin tersebut. Saat ini, persediaan yang masih tersedia di Dinas Kesehatan Provinsi NTB yaitu sebanyak 604 vial vaksin dan serum anti rabies (sar) sebanyak 125 vial.(azm)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply