Polda NTB Belum Terima Laporan Resmi Dugaan Perencanaan Pembunuhan

Kombespol Komang Suartana

Mataram ( Global FM Lombok)- Kepolisian Daerah (Polda) NTB hingga kini belum menerima secara resmi laporan dugaan perencanaan pembunuhan terhadap aktivis lingkungan di NTB. Yang sudah ada laporannya yaitu dugaan pembakaran rumah aktivis lingkungan Direktur Eksekutif Walhi NTB Murdani yang dilaporkan di Polsek Pringgarata, Lombok Tengah sesaat setelah kasus kebakaran terjadi pada hari Senin (28/01) lalu.

Kabid Humas Polda NTB Kombespol I Komang Suartana kepada Global FM Lombok, Rabu (30/1)  mengatakan, pihaknya berjanji akan menyampaikan kasus ini jika sudah masuk laporan secara resmi ke Polda. Suartana mengatakan, laporan dugaan kasus pembakaran rumah itu ditangani oleh Polsek Pringgarata dan Polres Lombok Tengah. Jika nantinya, penanganan kasus ini akan dilakukan di Polda NTB, berkas laporan polisi akan ditarik ke Polda.

Terkait dengan perbedaan materi antara laporan di Polsek dengan di Polda NTB, Suartana mengaku pihak kepolisian akan melakukan pendalaman. Yang pasti kepolisian NTB belum menerima laporan dugaan kasus perencanaan pembunuhan terhadap Direktur Eksekutif Walhi NTB, Murdani.

“Dilaporkan kembali nanti LP (Laporan Polisi) yang ada di Polsek itu akan ditarik kalau itu nanti penangannya di Polda. Nanti masuk LP Polda NTB. Nanti kita lihat apakah ada informasi seperti itu ( kasus dugaan rencana pembuhuhan), dilihat dari laporan polisi nanti ya. Kita belum dapat laporan terkait rencana pembunuhan . Sejauh ini belum ada informasi dugaan pembunuhan,” kata Suartana, Rabu (30/01)

Ia mengatakan, sejauh ini penyidik di Polres Lombok Tengah masih mengumpulkan bukti-bukti dan saksi saksi terkait dengan kasus tersebut. Menurutnya penyelidikan kasus ini tidak mudah. Namun jika ada unsur kesengajaan, akan cukup mudah ditemukan bukti-bukti di TKP semisal botol yang berisi bahan bakar dan lain sebagainya.

“Mungkin ada botol atau percikan api. Jika api cepat membesar berati ada kesengajaan. Ada indikasi kesana, namun itu di backup di Polres,” kata Suartana.

Suartana menambahkan, tak tertutup kemungkinan akan diterjunkan tim forensik untuk mencari bukti di TKP jika dibutuhkan. Tim forensik dibutuhkan untuk mengetahui jejak zat yang terdapat di TKP guna mencari tahu penyebab kebakaran.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply