Sambut Tahun Baru 2019, Gili Tetap Primadona

Gili Trawangan Ramai saat malam tahun baru

Tanjung (Suara NTB) Perayaan tahun baru 2019 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) disambut suka cita oleh masyarakat. Meski pada perayaan kali ini, hiruk pikuk suasana malam tahun baru tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Jalan-jalan di KLU sedikit lengang, tidak seramai sebelumnya. Warga lebih memilih berkumpul dengan keluarga atau sahabat. Bakar ikan, ayam, sembari menyalakan musik, menjadi menu berkumpul. Ada dua hal yang membuat suasana pergantian tahun baru relatif sepi. Pertama, kondisi warga pascagempa membuat warga memilih berdiam diri di rumah. Kedua, adanya isu hoaks akan adanya gempa susulan disertai tsunami, membuat sebagian warga lebih memilih antisipasi. Sewaktu-waktu gempa datang, warga sudah berencana mengevaluasi diri.

“Ya, kita lebih baik tidak keluar. Takut isu tsunami. Apalagi tsunami sekarang tidak terjadi karena hanya gempa saja,” tutur warga, Jalal, Senin (31/12) malam.

Tidak demikian dengan situasi di Gili Trawangan. Animo pengunjung baik domestik dan mancanegara tetap tinggi menyambut tahun baru dan berlibur di Gili Trawangan. Bahkan, mereka sengaja menghabiskan malam tahun baru dengan menikmati keindahan malam di pulau tersebut.

Andre, pengunjung lokal asal Surabaya, mengakui malam tahun baru adalah malam ketiga ia menginap di Trawangan. Ia dan istri, datang ke Trawangan untuk berlibur dan berbulan madu. Ia sama sekali tidak terpengaruh akan kekhawatiran banyak orang terhadap isu tsunami.

“Tsunami banyak diisukan terjadi di pulau Jawa, akibat letusan (anak) Gunung Krakatau. Mudah-mudahan di sini aman,” harapnya.

Keramaian malam tahun baru diamini salah seorang pekerja di Wonderland Guest House Boni Osbourne. Pria berusia 28 tahun itu mengatakan, setiap malam pergantian tahun di Gili Trawangan akan selalu disesaki wisatawan. Mayoritas merupakan wisatawan lokal yang datang dari berbagai penjuru kota di tanah air. Namun, khusus tahun ini dinilai tak seramai tahun-tahun sebelumnya.

“Dari Jakarta, Surabaya, Sulawesi, banyaklah pokoknya. Karena mungkin bosan ya malam tahun baruan di kota makanya milih ke pulau,” ungkapnya.

Di tempatnya bekerja, sebut pria asal Jawa Barat ini, kamar-kamar hotel sudah full booking pada H-3 sebelum tahun baru. Wisatawan lebih banyak memesan karena khawatir stok kamar yang disiapkan tidak cukup.

“Wisatawan banyak yang booking duluan. Karena banyak tamu terutama lokal tidak dapat kamar. Tahun lalu mereka sampai tidur di pantai,” sebutnya.(ari)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply