Akhir 2019, Angka Stunting di NTB Ditargetkan 28 Persen

stunting ( ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)- Kasus stunting atau anak dengan tinggi kurang di Provinsi NTB masih sangat tinggi. Tahun 2018 ini, angka stunting di NTB sekitar 33 persen. Dinas Kesehatan Provinsi NTB menargetkan hingga akhir tahun 2019 mendatang sebesar 28 persen.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Panca Yuniati kepada Global FM Lombok Kamis (3/1) di Mataram. Ia mengatakan, tingginya angka stunting di Provinsi NTB disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya karena masih tingginya pernikahan usia dini.

Pernikahan usia dini berpengaruh terhadap pola asuh anak. Ibu muda dianggap belum terlalu paham dalam menjaga kehamilan. Sehingga berpotensi melahirkan bayi dengan berat badan kurang dan memperngaruhi tinggi badan.

“Stunting kita masih tinggi, hasil Riskesdas tahun 2018 itu kita, dulu 37,2 ada penurunan 0,4 sekian persen menjadi 33 sekian persen. Salah satu penyebabnya adalah bisa menikah usia muda. Yang kita turunkan stuntingnya dari 33 menjadi 28 persen hingga akhir tahun 2019. Kita upayakan seperti itu,”katanya

Disebutkan, kasus stunting di Provinsi NTB ini terjadi penurunan dari sebelumnya. Dinas Kesehatan Provinsi NTB akan mengupayakan agar kasus stunting tetap terjadi penurunan setiap tahun. Adapun program yang akan dilakukan yaitu dengan memeriksa 1000 hari kehidupan bayi hingga berusia dua tahun. Selain itu, upaya Dinas Kesehatan Provinsi NTB dengan memaksimalkan pemberian makanan tambahan kepada bayi serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin ke Posyandu.(azm)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply